Sabtu, 09 Januari 2016

Bahan Ajar Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma (1)












Kurikulum Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma
Ada 8 seminar / pertemuan yang diberikan sebelum para kandidat menerima Krisma. Kedelapan tema yang hendak dibawkan adalah : 
  • Seminar-1   Apa Itu Sakramen ? 
  • Seminar-2   Kristus Adalah Sakramen Dasar 
  • Seminar-3   Tujuh Sakramen - 1 
  • Seminar-4   Tujuh Sakramen Gereja - 2 
  • Seminar-5   Sakramentali 
  • Seminar-6   Unsur-Unsur Sakramen 
  • Seminar-7   Syarat- Syarat Menerima Sakramen 
  • Seminar-8   Pelaksanakan Sakramen-Sakramen. 
*****

Bahan Ajar Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma (2)

Seminar -3

KETUJUH SAKRAMEN -1 (Pengenalan) 

  • Sa kramen dalam kaitannya dengan liturgi terdiri dari unsur : 
    • Materia: Barang yang digunakan (mis. Air, minyak) dan tindakan yang kelihatan (misalnya pencurahan air).
    • Forma: Kata-kata yang menjelaskan peristiwa itu.
  • Kristus sendiri memberikan janjiNya bahwa akan memberikan rahmatNya pada kesempatan-kesempatan tertentu, seperti terdapat dalam Kitab Suci. Ini menunjukkan peristiwa-peristiwa gerejani di mana orang beriman menghayati saat-saat penting dalam hidupnya di hadapan Allah (misal: kelahiran // baptis, dewasa // krisma, perkawinan, dan seterusnya). 
  • Sebelum abad pertengahan setiap peristiwa hidup kita dapat menjadi SAKRAMEN, asal dilakukan sesuai kehendak Kristus. Dewasa ini, istilah SAKRAMEN dipahami dalam arti yang lebih luas lagi: KRISTUS ADALAH SAKRAMEN DASAR. 



*****
Seminar-4
TUJUH SAKRAMEN GEREJA -2 (Pendalaman)
  • BAPTIS - Jalan Masuk Dan Pangkal Hidup Kristen. 
  • Baptis : mengikutsertakan seseorang untuk “dilahirkan kembali” dan menjadi putra-putri Allah; awal kehidupan bersama Allah dan menjadi murid di antara umat Allah... 
  • Roh kudus datang dan merasuki jiwa serta membawanya ke dalam kesatuan dengan kristus. 
  • Baptis membuat orang diikutsertakan dalam wafat dan kebangkitan kristus. 
  • Dengan baptis, jiwa pun dibersihkan dan dosa asal serta dosa yang telah diperbuatnya. 

Bahan Ajar Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma (3)

Seminar-5
SAKRAMENTALI
  • Sakramentali adalah tanda suci yang dengan cara yang mirip dengan sakramen, menandakan akibat-akibat (terlebih) yang rohani, dan diperoleh berkat doa permohonan gereja. Dasar rahmat yang diperoleh adalah tindakan Kristus yang mengabulkan permohonan gereja.
  • Sakramentali yang resmi diakui :
  1. sejumlah ritus tambahan pada sakramen (mis. Upacara simbolis masa katekumen, pembaharuan janji baptis pada malam paskah, persembahan, dll).
  2. yang bersifat berkat (mis. Orang mau berkhotbah, ibu yang mau melahirkan, dsb. Yang diberkati: rosario, rumah, mobil dst. ).
Sakramentali tidak bekerja secara otomatis dan magis.

SAKRAMEN KRISMA (PENGUATAN)

Sakramen Krisma adalah salah satu dari tiga sakramen inisiasi Kristen yaitu Baptis, Krisma dan Ekaristi. Sakramen Krisma memiliki dasar Kitab Suci dari Kis 8:16-17 "Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus."  dan dari Kis 19:5-6 "Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat". dari kedua kutipan ini jelas bahwa Sakramen Krisma membutuhkan penumpangan tangan untuk mengundang Roh Kudus.

Didalam sakramen Krisma, kita menerima "Kepenuhan Roh Kudus" sehingga kita dapat secara penuh dan aktif berkarya dalam Gereja. bandingkan dengan para rasul yang menerima Roh Kudus saat Pantekosta, sebelum peristiwa Pantekosta mereka sudah menerima Roh Kudus (lihat Yoh 20:22) tetapi mereka baru 'aktif' sesudah Pantekosta. Demikian juga  halnya dengan kita karena sebenarnya Roh Kuduspun sudah kita terima saat Permandian, yaitu Roh yang menjadikan kita Anak-Anak Allah, dan yang membersihkan kita dari Dosa Asal (lebih Jelasnya lihat tentang Sakramen Babtis). Itulah disebutkan bahwa Sakramen Babtis adalah Sakramen Paskah dan Sakramen Krisma adalah Sakramen Pantekosta.

    Dalam Sakramen Krisma juga ada Pengurapan dengan minyak Krisma yang berarti kita yang sudah menerima Krisma Dikuduskan, Dikhususkan, dan menerima Kuasa untuk melakukan tugas perutusan kita sebagai umat beriman (bdk 1 Samuel 10:1;1Samuel 16:13;  1 Raj 1:39). Dengan menerima Sakramen Krisma, kita menerima Roh Kudus yang merupakan meterai, Tanda bahwa kita ini milik Allah.
    Berikut ini Kesaksian Bapa Gereja dan Para Kudus tentang Sakramen Krisma:

Santo Gregorius X, Paus dan Martir
Gregorius X, nama kePausan dari Teobaldo Visconti, lahir di Piacenza, Italia pada tahun 1210. Ia terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Klemens IV(1265-1268), tatkala ia sedang berada di Tanah Suci dalam suatu perjalanan misi yang penting.
Sebelum menjadi Paus, Teobaldo Visconti menjabat sebagai pembantu Kardinal Yakopo Pecoraria dari Palestina dan pernah menjadi utusan Paus Gregorius X dalam suatu misi ke Perancis dan Inggris. Sepeninggal Kardinal Pecoraria, Teobaldo Visconti belajar di Paris. Kemudian pada tahun 1265, atas rekomendasi Paus Klemens IV, ia menemui Kardinal Ottoboni Fieschi - yang kemudian menjadi Paus Adrianus V pada tahun 1726 - dalam suatu misi ke Inggris. Minatnya sangat besar untuk berziarah ke Tanah Suci mendorong ia pergi ke Acre, Palestina. Disini, dibawah bimbingan Pangeran Edward dari Inggris, Teobaldo Visconti menjadi salah seorang anggota kelompok pejuang pembebasan Tanah Suci dari kekuasaan kaum Muslimin. 

Setelah kematian Paus Klemens IV pada tahun 1268, Tahkta Suci di Roma mengalami kekosongan pemimpinan selama tiga tahun. Hal ini disebabkan oleh perpecahan di dalam tubuh Kolegium para Kardinal dalam dua block, yaitu block Perancis dan block Italia, sehingga mereka tidak mampu menyodorkan satu calon yang memenangkan mayoritas suara. Akhirnya enam orang Kardinal, yang dipilih dari 15 Kardinal bertemu di Viterbo, sebuah dusun di Roma Utara, untuk melakukan pemilihan Paus yang baru. Pilihan mereka jatuh pada Teobaldo Visconti, yang sedang berada di tanah Suci, pada bulan September 1271. Setelah menerima berita pengangkatannya menjadi Paus, Visconti meninggalkan Palestina menuju Viterbo pada bulan Februari 1272. Lalu pada tanggal 19 Maret 1272, ia dinobatkan menjadi Paus yang bernama Gregorius X.
Selama masa kepemimpinannya, Gregorius memusatkan perhatian pada usaha - usaha pembangunan kembali kekaisaran Romawi Suci, pembaharuan Gereja, persatuan kembali Gereja - Gereja Yunani dan Roma, serta pembebasan Yerusalem dari pengusaan orang - orang Muslimin. Bagi dia, Gereja dan negara harus menjalankan tugasnya masing - masing tetapi harus tetap bekerja sama. Ia menilai ketidakadaan pemerintahan yang kuat di Jerman semenjak kematian Kaisar Conrad IV pada tahun 1254 sebagai sesuatu yang membahayakan kekaisaran dan gereja. Karena itu, sepeninggal Kaisar Richard Cornwell pada tahun 1272, Gregorius mendesak pangeran - pangeran Jerman untuk segera memilih seorang Kaisar yang baru. Gregorius sendiri mengancam akan menunjuk dan mengangkat dirinya sebagai Kaisar kalau para pangeran itu gagal menunjuk seorang kaisar yang baru yang disegani seluruh rakyat. Akhirnya pada tahun 1273, mereka memilih Rudolf, seorang pangeran dari dinasti Hapsburgs, seorang pangeran yang diterima oleh seluruh rakyat Jerman.
Gregorius menyetujui pengangkatan atas diri Rudolf dan segera mengadakan pertemuan pribadi dengannya pada bulan Oktober 1273 di Lausanne, Swiss. Pada kesempatan pertemuan dengan PausGregorius X, Rudolf menyatakan ikrarnya untuk mempersembahkan seluruh dirinya bagi kemuliaan Tuhan dan kejayaan Gereja. Restu Sri Paus itu segera menghasilkan pengakuan universal pengakuan Universal atas hak Rudolf untuk menduduki tahta kekaisaran Romawi Suci.
Konsili akbar di Lyons, Perancis yang diadakan oleh Gregorius X pada tahun 1274 merupakan suatu prestasi besar dalam kepemimpinanGregorius X. Lebih dari 1500 prelatus gereja, duta - duta besar dari Kerajaan Perancis dan Inggris, dari Bynzantium dan dari Khan-Tartar, berkumpul dalam konsili itu. Untuk keberhasilan cita - citanya membebaskan tanah Suci Yerusalem dari penguasaan Kaum Muslimin,Gregorius X mengumpulkan dana dari Perancis dan Inggris. Sepersepuluh dari hasil pengumpulan derma itu dikhususkan untuk pembangunan Gereja sedangkan sisa - sisanya untuk membiayai usaha pembebasan kota Suci Yerusalem.
Germanus, Patriarkh Konstantinopel yang datang bersama sejumlah besar utusan dari Bynzantium menyatakan kesediaannya untuk bersatu kembali dengan Gereja Roma. Hal ini sangat didukung oleh Micheal VIII, kaisar Bynzantium di Konstantinopel. Kesediaan ini sekaligus mengungkapkan kerelaan menerima doktrin Gereja Katolik dan pengakuan terhadap kekuasaan Paus di Roma sebagai penggantiPetrus. Gregorius X yang percaya penuh pada ketulusan hati delegasi Konstantinopel, dengan gembira menerima mereka kembali dalam pangkuan Gereja Katolik. Dalam misa Agung penutupan Konsili Lyons di Gereja Santo Yohanes, semua peserta bersama - sama mendoakan Credo, Pengakuan Iman seturut rumusan Gereja Katolik. Bagian Credo "Yang berasal dari Bapa dan Putera (qui a Patre filioque procedit) yang tidak diakui oleh Gereja Yunani, diulangi tiga kali oleh delegasi Yunani.
Sesudah Konsili ini berakhir, Gregorius berangkat ke Lausenne, Milan, Florence dan Arezzo, sampai ia meninggal dunia pada tahun 1276. Namanya ditambahkan pada daftar para martir Roma oleh Paus Benediktus XIV(1740-1758) dengan tanggal 10 Januari sebagai hari pestanya.


Santo Agatho, Paus dan Pengaku Iman
Kisah masa kecil Agatho tidak banyak diketahui. Demikian pula tanggal dan tempat kelahirannya. Dari nenek moyangnya yang berasal dari Yunani, Agatho dikenal sebagai pemuda berdarah Yunani. Ketika menanjak dewasa, ia menjadi rahib disebuah biara di Palermo, Sisilia. Di biara ini, ia kemudian diangkat menjadi pemimpin biara karena kesalehan hidup dan kepandaiannya.
Pada tanggal 27 Juni 678, ia terpilih menjadi Paus. Ia memimpin Gereja sampai hari kematiannya pada tahun 681 di Roma. Pada masa kepemimpinannya, Agatho memberi perhatian khusus pada kehidupan biara - biara, terutama biara Wearmouth, Northumbria, Inggris yang terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kesenian Inggris pada zaman pertengahan. Biara inipun dikenal luas sebagai tempat tinggal Santo Bede (673-675).
Konsili besar Konstantinopel yang diadakan pada tanggal 7 November 680 berlangsung pada masa kePausan Agatho. Konsisili ini diadakan untuk mengutuk ajaran Monothelisme yang mengajarkan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kodrat Ilahi, meskipun Ia memiliki dua kodrat: Ilahi sekaligus duniawi. Sebelum Konsili ini berakhir, Agatho meninggal karena serangan wabah yang melanda kota Roma. Ia dikuburkan di basilik Santo Petrus pada tanggal 10 Januari 681.
Santo Petrus Orseola, Pengaku Iman
Petrus lahir di pada tahun 928 di Venesia. Ia dikenal sebagai komandan angkatan laut yang berhasil menghancurkan para pembajak Laut dan menjadi kepala Negara (= Doge) Republik Venesia. Ia berhasil menerbitkan kembali pemerintah Republik yang dikacaukan oleh pendahulunya. Katanya, pendahulu terbunuh dalam suatu huru hara atas hasutan Petrus. Setelah membangun kembali rumah sakit dan Katedral, ia diam - diam meninggalkan anak - istri serta jabatannya dan menjadi rahib. Ia bertapa di Spanyol bersama dengan Santo Romualdus. Petrus Orseola meninggal dunia pada tahun 987.