Senin, 18 Januari 2016

Sabda Hidup

Hari Minggu Biasa II
Yes. 62:1-5; Mzm. 96:1-2a,2b-3,7-8a,9-10ac; 1Kor. 12:4-11; Yoh. 2:1-11. BcO Kej. 9:1-17
Bacaan Injil: Yoh. 2:1-11.
1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” 4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” 5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” 6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. 7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 8 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu merekapun membawanya. 9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya ia memanggil mempelai laki-laki, 10 dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” 11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Sabda Hidup

Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani
1Sam. 15:16-23; Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23; Mrk. 2:18-22. BcO Kej. 11:1-26
Bacaan Injil: Mrk. 2:18-22.
18 Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” 19 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. 20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. 21 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. 22 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

Transformasi Diri

YESUS datang ke dunia membawa pengajaran baru. Maka ketika seseorang memutuskan untuk menerima Yesus di dalam hidupnya, ia harus memiliki niat teguh untuk mengubah seluruh tutur kata, pikiran dan tindakannya agar selaras dengan ajaranNya.
Tinggalkan kehidupan lama, bangun semangat pertobatan agar kita dapat bertumbuh dan berkembang sesuai kehendakNya. Berjuanglah untuk memiliki hati yang baru, agar Yesus berkenan tinggal dan berkuasa di dalamnya. Dengan demikian secara perlahan namun pasti, akan terjadi transformasi di dalam diri.
Mari undang Roh Kudus untuk membimbing dan memperbaharui hidup kita agar kita layak menjadi kantung baru bagi Yesus, sang anggur baru.

Kebahagiaan dalam Kehadiran Yesus Kristus

1Sam 15:16-23; Mzm 50:8-9,16bc-17,21,23; Mrk 2:18-22
Yesus bersabda, “Dapatlah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka?”
PERTAMA-TAMA saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa hari ini adalah hari pertama Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani. Mari kita berdoa bagi kesatuan umat Kristiani sebagaimana telah didoakan Yesus bagi kita semua.

Bersepeda Bersama Yesus


Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat; seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenal-Nya.

Sengat Lebah

Sebuah keluarga yang sedang pergi berlibur mengendarai mobil mereka dengan kaca-kaca jendela dibiarkan terbuka, menikmati hangatnya angin sepoi-sepoi musim panas di hari yang cerah.

Sekonyong-konyong, seekor lebah hitam yang besar masuk melalui jendela dan mulai terbang mendengung kian kemari dalam mobil.

Panduan Budidaya Ikan Nila Merah

Beternak ataupun bertani memang menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka yang memang menyukai kegiatan ini.

Selain mengisi kekosongan waktu dan menyalurkan hobi untuk menghilangkan stres, beternak juga bisa di jadikan salah satu peluang usaha yang menggiurkan dan menguntungkan.

Akhir-akhir ini budidaya ikan nila merah menjadi semakin meningkat, karena minat dan permintaan akan ikan ini juga semakin meningkat.

Inilah Ciri Pisang Kepok Yang Berkualitas

Biasanya Anda menikmati pisang kepok disaat Anda sedang santai sebagai cemilan. Sekarang, apakah Anda sudah mengetahui apa saja yang mengenai pisang kepok?

Yuk sama-sama kita simak apa saja yang perlu diketahui tentang pisang kepok:

Pertama
Perlu Anda ketahui, bahwa pisang kepok ini ada dua jenisnya, yaitu pisang kepok putih dan pisang kepok kuning. Biasanya pisang kepok putih ditandai dengan ukurannya yang lebih kecil, kulitnya lebih tipis, isinya empuk namun rasa kurang begitu enak. Sedangkan untuk pisang kepok kuning, ukuran lebih besar, kulitnya lebih tebal, isinyapun lebih padat dan rasanya lebih enak disbanding pisang kepok putih. Biasanya banyak orang membuat untuk digoreng ataupun dijadikan keripik pisang.

Selasa, 12 Januari 2016

SERUAN APAKAH YANG PALING TEPAT SAAT KONSEKRASI?

Bukan Soal Tepat atau Tidak Tepat, Melainkan Penghayatan Pribadi akan Tindakan Liturgis

Kalau orang bertanya, doa apakah yang paling tepat ketika imam mengangkat hosti dan anggur pada saat konsekrasi, maka jawabannya bisa bervariasi, kadang tergantung siapa yang menjawab atau menjelaskan. Saya ingin menjawab dengan cara seperti ini (mudah-mudahan bisa membantu):

Dalam Liturgi ada yang kita kenal dengan “tindakan bersama” dan “tindakan pribadi” artinya ada tindakan bahkan doa yang sudah ditentukan secara resmi sebagai ungkapan bersama dan ada tindakan atau doa yang dilakukan sebagai keyakinan pribadi. Dalam tata liturgi, Doa Syukur Agung (DSA) adalah doa presidensil yang hanya diucapkan oleh pemimpin. Karena yang ditanyakan di atas terjadi pada saat konsekrasi, yang adalah bagian penting dari DSA, maka tidak ada kata-kata yang diucapkan pada saat hosti dan anggur diperlihatkan kepada umat. Dalam Pedoman Umum Misale Romawi Baru no 150 dikatakan: “Bila dianggap perlu, sesaat sebelum konsekrasi, putra altar dapat membunyikan bel sebagai tanda bagi umat. Demikian pula sesuai dengan  kebiasaan setempat, pelayan dapat membunyikan bel pada saat hosti dan piala diperlihatkan kepada umat sesudah konsekrasi.”

Di Indonesia, dengan alasan keterlibatan dan partisipasi umat, DSA didoakan bersama-sama. Saya justru setuju bahwa ketika hosti dan anggur di angkat, tidak ada rumusan doa sebagai tindakan bersama (= saat hening dan memandang serta menyatakan rasa hormat-sembah). Tetapi, kalau ada yang kemudian mengungkapkan rasa hormat-sembah itu dengan kata-kata; itu yang merupakan tindakan pribadi (= disampaikan dalam hati sebagai jawaban pribadi atas apa yang diimaninya).

Doa pribadi macam mana? Semua yang dikatakan di atas bisa digunakan, asal merupakan ungkapan atas pernyataan iman pribadi. Umumnya orang menggunakan rumusan-rumusan yang pendek, dengan fokus yang berbeda: ada yang bersyukur, ada yang mohon ampun, ada yang merupakan pernyataan iman - suasana dan pengalaman pribadi saat itu sangat mempengaruhi.**p.gregoriuskh

GERAKAN-GERAKAN MISDINAR DALAM MISA: APA DASARNYA?

Dalam Gereja Katolik ada yang kita sebut “tindakan simbolis”, artinya setiap sikap atau tindakan mempunyai arti tersirat. Misalnya duduk menunjukkan sikap siap mendegar; berdiri menunjukkan sikap siap menerima perintah; dan masih banyak yang lain. Jadi menurut kami, pertama harus cari bukan kapan duduk - kapan berdiri - kapan berlutut, tetapi pertama-tama cari dulu makna apa kalau orang berlutut.

Jika kita sudah tahu atau lebih tepat memahami maknanya, maka:

Pertama, dengan sangat mudah kita menentukan tata gerak secara bersama (= karena liturgi itu memang soal kesepakatan). Misalnya, di depan romo pada waktu mengantar persembahan dari meja misdinar, misdinar tunduk karena romo tidak perlu disembah. Romo dihormati karena dalam perayaan ia menjadi tanda kesatuan kita.

Kedua, dengan memahami maknanya seorang misdinar lebih sungguh-sungguh menghayati apa yang ia lakukan. Berlutut dengan sikap sempurna misalnya, atau kalau semua berlutut yah jangan ada yang berdiri, khan aneh kelihatannya. Makanya, supaya jangan ada banyak keanehan, misdinar perlu latihan.

Soal sumber buku banyak sekali. Ada yang judulnya langsung tentang misdinar, ada yang judul dan temanya tentang liturgi pada umumnya. **p.gregoriuskh

Petunjuk Praktis Budidaya Buah Pepaya

Pepaya, si orange manis yang sangat digemari oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua yang tidak punya gigi sekalipun sangat menyukainya.
Tahukah anda bahwa pepaya ini memliki kandungan nutrisi yang kompleks yakni mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, kalium, dan vitamin A. Karena kandungan gizi tersebut, maka apa salahnya kita ketahui bagaimana cara membudidayakannya. Mana tahu, ke depannya Anda akan tertarik untuk membuka usaha budidaya pepaya.

Berikut adalah cara membudidayakan pepaya:

Panduan Praktis Budidaya Terong

Tanaman terong (Solanum melongena) merupakan jenis sayuran tahunan semusim. Selain India, Indonesia dipercaya merupakan asal tanaman terong. Tanaman ini banyak dijumpai tumbuh liar di hutan-hutan kita. Namun, saat ini terong ditanam meluas diberbagai belahan bumi.

Terdapat banyak ragam terong yang dibudidayakan di Indonesia, mulai dari terong lokal seperti terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan hingga terong impor seperti terong Jepang. Bentuk dan warna buah terong cukup beragam ada yang putih, hijau hingga ungu. Bentuknya pun ada yang bulat, lonjong besar, hingga lonjong dengan ujung lancip.

Kondisi tanah ideal untuk budidaya terong adalah tanah lempung berpasir dengan kisaran pH 6,5-7. Terong berproduksi maksimal pada kisaran suhu 22-30oC. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup, oleh karena itu cocok ditanam pada musim kemarau.

Daya Kuasa dan Kasih-Nya Membebaskan Kita

1 Sam 1:9-20; 1 Sam 2:1,4-5,6-7,8abcd; Mrk 1:21b-28
Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di kota Kapernaum dan mengajar di sana. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa…
INJIL hari ini menyampaikan kepada kita bahwa Yesus mulai datang ke Kapernaum dan mengajar banyak orang di sana. Ia berbicara dengan penuh kuasa. Bahkan, Ia memiliki daya kuasa untuk membebaskan seorang yang kerasukan roh jahat. Hal itu membuat banyak orang takjub.
Membaca Injil ini, apa yang dapat kita refleksikan? Pertama, kita dipanggil untuk percaya dan mengandalkan Yesus Kristus yang memiliki daya kuasa untuk membebaskan kita dan mengubah kehidupan kita. Ia membebaskan kita dari roh kejahatan.
Kedua, kita harus memiliki iman yang akan dicerahkan dengan sabda-Nya. Dalam iman kita kita menerima berkat-Nya.
Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita menyembah Yesus Kristus kita belajar untuk hidup, bertumbuh, dan bertahan dalam iman hingga akhir. Ia memberikan kepada kita daya kasih-Nya hingga kita bertumbuh dalam kebenaran-Nya dan dalam kasih-Nya yang besar kepada kita.
Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah jalan, kebenaran dan hidup. Kami mendekati Dikau dengan iman dan penyerahan. Bebaskan kami dari dosa-dosa kami dan sembuhkanlah serta pulihkanlah tubuh, pikiran, hati dan jiwa kami kini dan selamanya. Amin.

Apa Perbedaan antara Penitensi dan Indulgensi?



1. Definisi

Pertama-tama mari kita lihat definisi masing-masing dari Katekismus Gereja Katolik:

Penitensi

KGK 1459    Banyak dosa menyebabkan kerugian bagi sesama. Orang harus sedapat mungkin mengganti rugi (umpamanya mengembalikan barang yang dicuri, memperbaiki nama baik orang yang difitnah, memberi silih untuk penghinaan). Keadilan sendiri sudah menuntut ini. Tetapi di samping itu dosa melukai dan melemahkan pendosa sendiri, demikian pula hubungannya dengan Allah dan dengan sesama. Absolusi menghapuskan dosa, namun tidak mengatasi semua ketidak-adilan yang disebabkan olehSetelah pendosa mengangkat diri dari dosa, ia masih harus mendapat kesehatan rohani yang penuh. Ia harus “membuat silih”, untuk dosa-dosanya, harus memperbaiki kesalahan atas suatu cara yang cocok. Penyilihan ini juga dinamakan “penitensi”.
dosa (Bdk. Konsili Trente: DS 1712).







Sabtu, 09 Januari 2016

Bahan Ajar Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma (1)












Kurikulum Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma
Ada 8 seminar / pertemuan yang diberikan sebelum para kandidat menerima Krisma. Kedelapan tema yang hendak dibawkan adalah : 
  • Seminar-1   Apa Itu Sakramen ? 
  • Seminar-2   Kristus Adalah Sakramen Dasar 
  • Seminar-3   Tujuh Sakramen - 1 
  • Seminar-4   Tujuh Sakramen Gereja - 2 
  • Seminar-5   Sakramentali 
  • Seminar-6   Unsur-Unsur Sakramen 
  • Seminar-7   Syarat- Syarat Menerima Sakramen 
  • Seminar-8   Pelaksanakan Sakramen-Sakramen. 
*****

Bahan Ajar Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma (2)

Seminar -3

KETUJUH SAKRAMEN -1 (Pengenalan) 

  • Sa kramen dalam kaitannya dengan liturgi terdiri dari unsur : 
    • Materia: Barang yang digunakan (mis. Air, minyak) dan tindakan yang kelihatan (misalnya pencurahan air).
    • Forma: Kata-kata yang menjelaskan peristiwa itu.
  • Kristus sendiri memberikan janjiNya bahwa akan memberikan rahmatNya pada kesempatan-kesempatan tertentu, seperti terdapat dalam Kitab Suci. Ini menunjukkan peristiwa-peristiwa gerejani di mana orang beriman menghayati saat-saat penting dalam hidupnya di hadapan Allah (misal: kelahiran // baptis, dewasa // krisma, perkawinan, dan seterusnya). 
  • Sebelum abad pertengahan setiap peristiwa hidup kita dapat menjadi SAKRAMEN, asal dilakukan sesuai kehendak Kristus. Dewasa ini, istilah SAKRAMEN dipahami dalam arti yang lebih luas lagi: KRISTUS ADALAH SAKRAMEN DASAR. 



*****
Seminar-4
TUJUH SAKRAMEN GEREJA -2 (Pendalaman)
  • BAPTIS - Jalan Masuk Dan Pangkal Hidup Kristen. 
  • Baptis : mengikutsertakan seseorang untuk “dilahirkan kembali” dan menjadi putra-putri Allah; awal kehidupan bersama Allah dan menjadi murid di antara umat Allah... 
  • Roh kudus datang dan merasuki jiwa serta membawanya ke dalam kesatuan dengan kristus. 
  • Baptis membuat orang diikutsertakan dalam wafat dan kebangkitan kristus. 
  • Dengan baptis, jiwa pun dibersihkan dan dosa asal serta dosa yang telah diperbuatnya. 

Bahan Ajar Persiapan Penerimaan Sakramen Krisma (3)

Seminar-5
SAKRAMENTALI
  • Sakramentali adalah tanda suci yang dengan cara yang mirip dengan sakramen, menandakan akibat-akibat (terlebih) yang rohani, dan diperoleh berkat doa permohonan gereja. Dasar rahmat yang diperoleh adalah tindakan Kristus yang mengabulkan permohonan gereja.
  • Sakramentali yang resmi diakui :
  1. sejumlah ritus tambahan pada sakramen (mis. Upacara simbolis masa katekumen, pembaharuan janji baptis pada malam paskah, persembahan, dll).
  2. yang bersifat berkat (mis. Orang mau berkhotbah, ibu yang mau melahirkan, dsb. Yang diberkati: rosario, rumah, mobil dst. ).
Sakramentali tidak bekerja secara otomatis dan magis.

SAKRAMEN KRISMA (PENGUATAN)

Sakramen Krisma adalah salah satu dari tiga sakramen inisiasi Kristen yaitu Baptis, Krisma dan Ekaristi. Sakramen Krisma memiliki dasar Kitab Suci dari Kis 8:16-17 "Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus."  dan dari Kis 19:5-6 "Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat". dari kedua kutipan ini jelas bahwa Sakramen Krisma membutuhkan penumpangan tangan untuk mengundang Roh Kudus.

Didalam sakramen Krisma, kita menerima "Kepenuhan Roh Kudus" sehingga kita dapat secara penuh dan aktif berkarya dalam Gereja. bandingkan dengan para rasul yang menerima Roh Kudus saat Pantekosta, sebelum peristiwa Pantekosta mereka sudah menerima Roh Kudus (lihat Yoh 20:22) tetapi mereka baru 'aktif' sesudah Pantekosta. Demikian juga  halnya dengan kita karena sebenarnya Roh Kuduspun sudah kita terima saat Permandian, yaitu Roh yang menjadikan kita Anak-Anak Allah, dan yang membersihkan kita dari Dosa Asal (lebih Jelasnya lihat tentang Sakramen Babtis). Itulah disebutkan bahwa Sakramen Babtis adalah Sakramen Paskah dan Sakramen Krisma adalah Sakramen Pantekosta.

    Dalam Sakramen Krisma juga ada Pengurapan dengan minyak Krisma yang berarti kita yang sudah menerima Krisma Dikuduskan, Dikhususkan, dan menerima Kuasa untuk melakukan tugas perutusan kita sebagai umat beriman (bdk 1 Samuel 10:1;1Samuel 16:13;  1 Raj 1:39). Dengan menerima Sakramen Krisma, kita menerima Roh Kudus yang merupakan meterai, Tanda bahwa kita ini milik Allah.
    Berikut ini Kesaksian Bapa Gereja dan Para Kudus tentang Sakramen Krisma:

Santo Gregorius X, Paus dan Martir
Gregorius X, nama kePausan dari Teobaldo Visconti, lahir di Piacenza, Italia pada tahun 1210. Ia terpilih sebagai Paus menggantikan Paus Klemens IV(1265-1268), tatkala ia sedang berada di Tanah Suci dalam suatu perjalanan misi yang penting.
Sebelum menjadi Paus, Teobaldo Visconti menjabat sebagai pembantu Kardinal Yakopo Pecoraria dari Palestina dan pernah menjadi utusan Paus Gregorius X dalam suatu misi ke Perancis dan Inggris. Sepeninggal Kardinal Pecoraria, Teobaldo Visconti belajar di Paris. Kemudian pada tahun 1265, atas rekomendasi Paus Klemens IV, ia menemui Kardinal Ottoboni Fieschi - yang kemudian menjadi Paus Adrianus V pada tahun 1726 - dalam suatu misi ke Inggris. Minatnya sangat besar untuk berziarah ke Tanah Suci mendorong ia pergi ke Acre, Palestina. Disini, dibawah bimbingan Pangeran Edward dari Inggris, Teobaldo Visconti menjadi salah seorang anggota kelompok pejuang pembebasan Tanah Suci dari kekuasaan kaum Muslimin. 

Setelah kematian Paus Klemens IV pada tahun 1268, Tahkta Suci di Roma mengalami kekosongan pemimpinan selama tiga tahun. Hal ini disebabkan oleh perpecahan di dalam tubuh Kolegium para Kardinal dalam dua block, yaitu block Perancis dan block Italia, sehingga mereka tidak mampu menyodorkan satu calon yang memenangkan mayoritas suara. Akhirnya enam orang Kardinal, yang dipilih dari 15 Kardinal bertemu di Viterbo, sebuah dusun di Roma Utara, untuk melakukan pemilihan Paus yang baru. Pilihan mereka jatuh pada Teobaldo Visconti, yang sedang berada di tanah Suci, pada bulan September 1271. Setelah menerima berita pengangkatannya menjadi Paus, Visconti meninggalkan Palestina menuju Viterbo pada bulan Februari 1272. Lalu pada tanggal 19 Maret 1272, ia dinobatkan menjadi Paus yang bernama Gregorius X.
Selama masa kepemimpinannya, Gregorius memusatkan perhatian pada usaha - usaha pembangunan kembali kekaisaran Romawi Suci, pembaharuan Gereja, persatuan kembali Gereja - Gereja Yunani dan Roma, serta pembebasan Yerusalem dari pengusaan orang - orang Muslimin. Bagi dia, Gereja dan negara harus menjalankan tugasnya masing - masing tetapi harus tetap bekerja sama. Ia menilai ketidakadaan pemerintahan yang kuat di Jerman semenjak kematian Kaisar Conrad IV pada tahun 1254 sebagai sesuatu yang membahayakan kekaisaran dan gereja. Karena itu, sepeninggal Kaisar Richard Cornwell pada tahun 1272, Gregorius mendesak pangeran - pangeran Jerman untuk segera memilih seorang Kaisar yang baru. Gregorius sendiri mengancam akan menunjuk dan mengangkat dirinya sebagai Kaisar kalau para pangeran itu gagal menunjuk seorang kaisar yang baru yang disegani seluruh rakyat. Akhirnya pada tahun 1273, mereka memilih Rudolf, seorang pangeran dari dinasti Hapsburgs, seorang pangeran yang diterima oleh seluruh rakyat Jerman.
Gregorius menyetujui pengangkatan atas diri Rudolf dan segera mengadakan pertemuan pribadi dengannya pada bulan Oktober 1273 di Lausanne, Swiss. Pada kesempatan pertemuan dengan PausGregorius X, Rudolf menyatakan ikrarnya untuk mempersembahkan seluruh dirinya bagi kemuliaan Tuhan dan kejayaan Gereja. Restu Sri Paus itu segera menghasilkan pengakuan universal pengakuan Universal atas hak Rudolf untuk menduduki tahta kekaisaran Romawi Suci.
Konsili akbar di Lyons, Perancis yang diadakan oleh Gregorius X pada tahun 1274 merupakan suatu prestasi besar dalam kepemimpinanGregorius X. Lebih dari 1500 prelatus gereja, duta - duta besar dari Kerajaan Perancis dan Inggris, dari Bynzantium dan dari Khan-Tartar, berkumpul dalam konsili itu. Untuk keberhasilan cita - citanya membebaskan tanah Suci Yerusalem dari penguasaan Kaum Muslimin,Gregorius X mengumpulkan dana dari Perancis dan Inggris. Sepersepuluh dari hasil pengumpulan derma itu dikhususkan untuk pembangunan Gereja sedangkan sisa - sisanya untuk membiayai usaha pembebasan kota Suci Yerusalem.
Germanus, Patriarkh Konstantinopel yang datang bersama sejumlah besar utusan dari Bynzantium menyatakan kesediaannya untuk bersatu kembali dengan Gereja Roma. Hal ini sangat didukung oleh Micheal VIII, kaisar Bynzantium di Konstantinopel. Kesediaan ini sekaligus mengungkapkan kerelaan menerima doktrin Gereja Katolik dan pengakuan terhadap kekuasaan Paus di Roma sebagai penggantiPetrusGregorius X yang percaya penuh pada ketulusan hati delegasi Konstantinopel, dengan gembira menerima mereka kembali dalam pangkuan Gereja Katolik. Dalam misa Agung penutupan Konsili Lyons di Gereja Santo Yohanes, semua peserta bersama - sama mendoakan Credo, Pengakuan Iman seturut rumusan Gereja Katolik. Bagian Credo "Yang berasal dari Bapa dan Putera (qui a Patre filioque procedit) yang tidak diakui oleh Gereja Yunani, diulangi tiga kali oleh delegasi Yunani.
Sesudah Konsili ini berakhir, Gregorius berangkat ke Lausenne, Milan, Florence dan Arezzo, sampai ia meninggal dunia pada tahun 1276. Namanya ditambahkan pada daftar para martir Roma oleh Paus Benediktus XIV(1740-1758) dengan tanggal 10 Januari sebagai hari pestanya.


Santo Agatho, Paus dan Pengaku Iman
Kisah masa kecil Agatho tidak banyak diketahui. Demikian pula tanggal dan tempat kelahirannya. Dari nenek moyangnya yang berasal dari Yunani, Agatho dikenal sebagai pemuda berdarah Yunani. Ketika menanjak dewasa, ia menjadi rahib disebuah biara di Palermo, Sisilia. Di biara ini, ia kemudian diangkat menjadi pemimpin biara karena kesalehan hidup dan kepandaiannya.
Pada tanggal 27 Juni 678, ia terpilih menjadi Paus. Ia memimpin Gereja sampai hari kematiannya pada tahun 681 di Roma. Pada masa kepemimpinannya, Agatho memberi perhatian khusus pada kehidupan biara - biara, terutama biara Wearmouth, Northumbria, Inggris yang terkenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kesenian Inggris pada zaman pertengahan. Biara inipun dikenal luas sebagai tempat tinggal Santo Bede (673-675).
Konsili besar Konstantinopel yang diadakan pada tanggal 7 November 680 berlangsung pada masa kePausan Agatho. Konsisili ini diadakan untuk mengutuk ajaran Monothelisme yang mengajarkan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kodrat Ilahi, meskipun Ia memiliki dua kodrat: Ilahi sekaligus duniawi. Sebelum Konsili ini berakhir, Agatho meninggal karena serangan wabah yang melanda kota Roma. Ia dikuburkan di basilik Santo Petrus pada tanggal 10 Januari 681.
Santo Petrus Orseola, Pengaku Iman
Petrus lahir di pada tahun 928 di Venesia. Ia dikenal sebagai komandan angkatan laut yang berhasil menghancurkan para pembajak Laut dan menjadi kepala Negara (= Doge) Republik Venesia. Ia berhasil menerbitkan kembali pemerintah Republik yang dikacaukan oleh pendahulunya. Katanya, pendahulu terbunuh dalam suatu huru hara atas hasutan Petrus. Setelah membangun kembali rumah sakit dan Katedral, ia diam - diam meninggalkan anak - istri serta jabatannya dan menjadi rahib. Ia bertapa di Spanyol bersama dengan Santo Romualdus. Petrus Orseola meninggal dunia pada tahun 987.

Santa Marsiana, Martir

Marsiana dilahirkan di sebuah desa di kepulauan Mauritania, Afrika. Sejak muda,  ia menaruh perhatian besar pada hal-hal rohani. Ia mampu melancarkan perlawanan terhadap para penyembah berhala kuno di zaman Kaisar Diocletianus (284-305). Namun ia harus membayar dengan nyawanya. Ia ditangkap dan disiksa secara keji dan bengis hingga akhirnya wafat sebagai maritr Marsiana dihormati secara khusus sebagai pelindung kota Tortosaso, Spanyol.

Renungan:

Seorang martir rela mati karena iman akan Kristus. Yesus-lah yang pertama-tama menjadi martir karena cinta-Nya kepada BapaNya dan kepada umat manusia. Sebab itulah Yesus dihormati sebagai Raja para martir. Gereja tidak saja menghargai dan menghormati umat beriman yang wafat sebagai martir dengan menumpahkan darahnya, Gereja juga menghormati setiap bentuk penderitaan baik fisik maupun batin yang dialami oleh semua insan yang merelakan dirinya menderita demi Kristus. Maria, Bunda Yesus juga dihormati sebagai Ratu para martir. Maria sangat menonjol dalam duka derita. Maria digelari Bunda Dukacita (Stabat Mater). Tuhan menguji umat beriman bagai emas dalam perapian dan menerima mereka sebagai korban yang harum mewangi dalam kemuliaan dan kehidupan kekal abadi. Puji dan syukur bagi Allah yang Mahabijaksana dan Penyelenggara keselamatan umat manusia. Santa Marsiana, pahlawan iman, mohonkanlah kepada Allah Tritunggal Mahakudus, agar muda-mudi sedunia mampu menjaga dan memelihara kemurnian jiwa-raganya karena jiwa-raganya adalah Bait Allah.

Sebuah Kesaksian - Kebaikan Tuhan

Sudah lama sekali Sandy ingin menulis mengenai hal ini. Satu kisah nyata mengenai kebaikan Tuhan kepada keluarga Sandy. Kiranya tulisan ini dapat menjadi satu kesaksian untuk menguatkan iman teman-teman yang terkasih. Dan saya tahu saya menulis ini karena Tuhan dan Roh Kudus menyetujuinya.
Saya pernah menganggap diri Saya adalah orang yang paling menyedihkan di dunia, kalau melihat jalan hidup saya sendiri. Semenjak kecil, saya mengikuti orang tua saya, sudah beberapa kali saya mengalami kejatuhan demi kejatuhan, kebangkrutan demi kebangkrutan. Bisa saya hitung dengan tangan saat ini sudah tiga kali kami mengalami kejatuhan tersebut.

Keluarga kami tadinya adalah keluarga Budhist, yang terikat dengan banyak kuasa-kuasa kegelapan. Kami sudah pergi kemana-mana, hampir semua paranormal terbaik kami kenal. Kami istilahnya sudah memegang kepercayaan kepada tujuh berhala, tujuh wihara, dan tujuh dukun ! (Pokoke terikat deh !), dan saya sudah tidak dapat menghitung, sudah berapa kali keluarga kami datang ke Gunung Kawi (bahkan menurut cerita mami, dari umur satu tahun saya sudah dibawa ke sana).

Pescatorio

Pescatorio (Italia), adalah nama cincin yg merupakan bagian resmi dari perlengkapan yang digunakan oleh Paus. Cincin ini memiliki ukiran/basso rilievo dgn gambar Santo Petrus sedang menjala ikan dari sebuah kapal...ini adalah simbolisasi dari tradisi para rasul sbg "penjala manusia" (Mrk 1:17).

Cincin Nelayan ini adalah sebuah signet (cincin untuk stempel di gumpalan lilin) yang digunakan dari tahun 1842 untuk menaruh cap pada dokumen resmi yang ditanda-tangani oleh Sri Paus. Sebuah cincin baru dicetak dari emas untuk tiap paus. Di sekeliling gambar ukirannya terdapat nama Latin Sri Paus yang berkuasa yang dicetak dalam huruf-huruf timbul.

Senin, 04 Januari 2016

Mana yang lebih luar biasa, Mukjizat Ekaristi atau Transubstansi biasa?




Transubstansi adalah istilah yang menjelaskan peristiwa saat doa konsekrasi dilakukan imam dalam Ekaristi: Substansi roti dan anggur berubah seluruhnya menjadi Tubuh dan Darah Kristus. 

Mata yang tidak melihat, sulit sekali untuk mengimani. Roti dan Anggur yang telah dikonsekrasi dan berubah menjadi Tubuh dan Darah Tuhan, memiliki rupa yang tetap yakni roti dan anggur. Maka dari itu sebagian orang Katolik sulit untuk mengimaninya. Seandainya roti dan anggur itu berubah juga rupanya menjadi Daging dan Darah, kita pasti akan lebih mudah mengimaninya. Dalam sejarah beberapa kali Tuhan berkenan merubah juga rupa roti dan anggur menjadi daging dan darah. Ini adalah mukjizat yang luar biasa, meneguhkan iman banyak orang. Tetapi sesungguhnya mukjizat yang lebih luar biasa adalah bila roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Tuhan, namun rupanya tidak berubah, tetap roti dan anggur. Karena dengan demikian Tuhan menunjukkan kerendahan hatiNya yang luar biasa. Kita tidak akan jijik atau segan untuk menghampiri dan menyantap Roti dan Anggur Ekaristi ini. Transubstansi biasa adalah mukjizat yang lenih luar biasa. Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya.


Ramalan di awal tahun

Sumber gambar: http://www.scmp.com/lifestyle/horoscope/article/1014080/horoscope-15514
Pagi baru merekah. Seperti biasa setelah semua anggota keluarga bangun, berdoa pagi dan mandi, kami berkumpul di meja makan untuk sarapan. Kakakku muncul dari kamarnya sambil berseru,”Yuk kita baca apa ramalan shio kita tahun ini”. Kemudian ia membacakan isi dari ramalan kehidupan sepanjang tahun 2015 ini, sesuai dengan tahun kelahiran (shio) kami masing-masing. Memang di awal tahun seperti ini, media massa umumnya berlomba menyajikan ramalan hidup manusia untuk tahun yang baru, sesuai bulan kelahiran (zodiak) atau tahun kelahiran menurut penanggalan Cina (shio). Tanpa sadar, kami membiarkan kakak membacakannya. Prediksi dari berbagai aspek hidup mulai dari kesehatan, asmara, keuangan hingga karir dibahas. Ada rasa asyik campur tegang saat mendengar “nasib” kami dibacakan. Pada saat ramalannya baik, senyum mengembang dan harapan merekah, tetapi saat ramalannya kurang mengenakkan, rasanya hati menjadi kecil dan tidak ingin mempercayainya bahkan ingin mengabaikannya saja. Salah satu dari kami lantas nyeletuk,”Tapi herannya kok ramalan semacam itu sering benar ya, sesuai dengan kejadian hidup yang kemudian kita alami”. Dahi kami jadi berkerut. Apakah yang kami lakukan ini baik?

Yesus Tidak pernah meninggalkanku

Saat ini saya berusia 43 thn, saya dilahirkan dalam suatu keluarga katolik yang taat. Sejak bayi saya sudah dipermandikan, dididik secara katolik dan sangat aktif dengan kegiatan Gereja. Setamat SMP saya pindah ke kota Bandung untuk melanjutkan pendidikan dan mulailah saya hanya menjadi sekedar Katolik, tidak ada kegiatan Gereja apapun yang saya ikuti.
Pada tahun 1996 saya menikah secara Katolik dan pada tahun 1998 di karuniahi seorang putri. Kira-kira tahun 2000 mulailah saya sering mempertanyakan iman Katolik, kenapa harus berdoa kepada Maria dan orang kudus? sepengetahuan saya Yesus tidak pernah mengajarkan hal ini, kitab suci pun mulai saya pertanyakan keakuratannya, bahkan konsep Tritunggal adalah konsep yang sangat membingungkan, hal seperti ini menjadikan saya menjauh dari Gereja dan akhirnya hanya pada hari natal saja kita ke Gereja.

Burung Berkicau

Ketika kapal seorang Uskup berlabuh untuk satu hari di sebuah pulau yang terpencil, ia bermaksud menggunakan hari itu sebaik-baiknya. Ia berjalan-jalan menyusur pantai dan menjumpai tiga orang nelayan sedang memperbaiki pukat. Dalam bahasa Inggris pasaran mereka menerangkan, bahwa berabad-abad sebelumnya mereka telah dibaptis oleh para misionaris. 'Kami orang Kristen,' kata mereka sambil dengan bangga menunjuk dada.
Uskup amat terkesan. Apakah mereka tahu doa Bapa Kami? Ternyata mereka belum pernah mendengarnya. Uskup terkejut sekali. Bagaimana orang-orang ini dapat menyebut diri mereka Kristen, kalau mereka tidak mengenal sesuatu yang begitu dasariah seperti doa Bapa Kami?
'Lantas, apa yang kamu ucapkan bila berdoa?'
'Kami memandang ke langit. Kami berdoa: 'Kami bertiga, kamu bertiga, kasihanilah kami.' Uskup heran akan doa mereka yang primitif dan jelas bersifat bid'ah ini. Maka sepanjang hari ia mengajar mereka berdoa Bapa Kami. Nelayan-nelayan itu sulit sekali menghafal, tetapi mereka berusaha sebisa-bisanya. Sebelum berangkat lagi pada pagi hari berikutnya, Uskup merasa puas. Sebab, mereka dapat mengucapkan doa Bapa Kami dengan lengkap tanpa satu kesalahan pun.