Senin, 09 Maret 2015

MENGAPA KISAH SENGSARA YESUS DISEBUT `PASSIO'?

Minggu Palma disebut juga Minggu Mengenangkan Sengsara Tuhan, sebab pada hari itu akan dibacakan kisah tentang hari-hari terakhir kehidupan Yesus di dunia yang dikenal sebagai “Kisah Sengsara Tuhan Kita, Yesus Kristus”.

Passio berasal dari `Passio' bahasa Latin, yaitu suatu perasaan yang amat kuat serta mendalam. Misalnya saja cinta, benci atau marah. Di antaranya, yang paling besar kuasanya adalah cinta.

Tuhan amat sangat mencintai kita. Tuhan bukanlah arca batu yang tanpa perasaan. Arca seperti itu tidak mati untuk siapa pun. Tuhan Yesus wafat bagi kita. Yesus tidak berpura-pura. Ia sungguh-sungguh merasakan sakit yang amat menyiksa. Penderitaan Tubuh-Nya jauh lebih besar dari yang dapat ditanggung manusia mana pun. Penderitaan batin-Nya - sejak ditinggalkan oleh para sahabat-Nya hingga cercaan serta hinaan dari mereka yang hendak diselamatkan-Nya - lebih dahsyat dari yang dapat kita bayangkan. Jadi, ketika kalian mendengarkan Kisah Sengsara-Nya, berbagilah penderitaan dengan-Nya!


MENGAPA KITA MEMBACA PASSIO DUA KALI?

Pada Hari Minggu Palma kita membaca Passio yaitu Kisah Sengsara Yesus: bacaan dari Injil bagian sengsara Yesus yang biasanya dibacakan oleh 3 orang lektor. Kita juga akan mendengarkan kisah yang sama pada hari Kamis Putih dan Jumat Agung. Mengapa kita mengulanginya? Alasannya ialah, bagi kebanyakan orang, Pekan Suci hanya berlangsung selama 60 menit saja. Ada banyak upacara-upacara agung dan indah dalam Pekan Suci ini untuk membantu kita mengenangkan karya penyelamatan kita yang membawa kita kepada hidup yang kekal. Sayang sekali, sebagian orang tidak ikut ambil bagian dalam upacara-upacara penting ini. Oleh karena itu Gereja merasa perlu menghadirkan kisah Pekan Suci secara ringkas bagi mereka, dan menjejalkannya dalam Hari Minggu Palma. Sehingga kadang-kadang kita hampir saja lupa makna Hari Minggu Palma yang sesungguhnya: Yesus memasuki Yerusalem dengan jaya! Pekan Suci adalah pekan di mana kita seharusnya tidak melupakan Tuhan. Ia telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kita agar kita dapat hidup kekal. 
Kita patut melalui pekan ini sebagai pekan yang lain daripada yang lainnya, sebagai pekan yang sungguh-sungguh SUCI. Kita patut ambil bagian dalam seluruh kegiatan mengenangkan kembali hari-hari terakhir Yesus sebelum kematian-Nya. Jika sekarang kita meluangkan waktu bersama-Nya, kita boleh yakin bahwa Ia akan bersama kita jika kita membutuhkan-Nya. Jangan puas dengan versi Pekan Suci yang singkat. Setidak-tidaknya selama sepekan ini saja, biarlah Allah menikmati versi lengkapnya.

BAGAIMANA PENETAPAN TANGGAL PASKAH?

Sebelum tahun 325M, gereja-gereja di berbagai wilayah yang berbeda merayakan Paskah pada tanggal yang berbeda-beda pula, dan Paskah tidak selalu jatuh pada hari Minggu. Pada tahun 325, Konsili Nicea mengubah hal tersebut dengan mengajarkan bahwa hari raya Paskah harus selalu dirayakan pada hari Minggu. Pada tahun 1576, Aloysius Lilius memaklumkan bahwa Paskah haruslah ditetapkan pada hari Minggu pertama sesudah bulan purnama sesudah Vernal Equinox (hari pertama musim semi, lihat Mengapa paskah jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahun?).Gereja-gereja Barat menetapkan tanggal Paskah sekitar tahun 1583. Hari Raya Paskah akan berkisar antara tanggal 22 Maret hingga 25 April. Siklus Paskah akan berulang setiap 5,700,000 tahun sekali - tidak lebih cepat dari itu!

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

MENGAPA PERAYAAN PASKAH JATUH PADA TANGGAL YANG BERBEDA-BEDA SETIAP TAHUN?

Matahari maupun bulan, kedua-duanya mempunyai pengaruh dalam menentukan Paskah. Di belahan bumi utara, saat tengah hari, matahari tidak selalu tepat di atas kepala. Dalam musim dingin, matahari lebih rendah pada kaki langit daripada dalam musim panas. Musim semi tiba pada titik pertengahan di antara kedua perbedaan yang besar tersebut. Hal ini biasanya terjadi sekitar tanggal 21 Maret dan disebut Vernal Equinox (musim semi di mana waktu siang dan malam sama lamanya).

Bulan purnama pertama sesudah Vernal Equinox membantu menentukan tanggal Paskah. Hari Raya Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama tersebut. Ada lebih dari 12 kali bulan purnama dalam satu tahun, jadi tanggal Paskah dapat sangat bervariasi.

Paskah tidak selalu jatuh pada hari Minggu. Sebagian umat Gereja Kristen Perdana menggunakan tanggal Hari Raya Roti Tak Beragi orang Yahudi, yaitu pada tanggal 14 bulan Nisan dalam penanggalan Ibrani. Jadi, Paskah bisa saja jatuh pada hari-hari lain selain hari Minggu! Kebanyakan umat Kristiani dari Ritus Timur masih menggunakan Hari Raya Roti Tak Beragi untuk menentukan Hari Raya Paskah.

 sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

Kegiatan Paskah 2015

Paroki Bunda Maria Banjarbaru


No.
Kegiatan
Waktu
1
Misa Rabu Abu
Rabu, 18 Februari 2015, jam 17:30 wita
2
Jalan Salbi Masa Pra Paskah
Setiap Jum’at, 20 Feb s/d 27 Maret 2015, Jam 17:00 wita
3
Pendalaman Iman Masa Pra Paskah
Pekan I s/d Pekan V Pra Paskah, mulai 23 Februari s/d 27 Maret 2015.
4
Ibadat Tobat dan Pengakuan Dosa
Selasa dan Rabu, TGl 31 Maret dan 1 April 2015, jam 17:30 wita.
5
Amplop APP 2015
Penyerahan amplop ke umat tgl. 1 Maret 2015
Pengumpulan amplop ke Paroki tgl 29 Maret 2015
6
Kerja Bakti
Minggu, tgl 29 Maret 2015
7
Misa Sabtu Palma
Sabtu, 28 Maret 2015, jam 17:30 wita
8
Misa Minggu Palma
Minggu, 29 Maret 2015, jam 08:00 wita
9
Misa Kamis Putih
Kamis, 2 April 2015, jam 17:30 wita
Dilanjutkan dengan tuguran.
10
Jalan Salib Jum’at Agung
Jum’at, 3 April 2015, jam 09:00 wita
11
Misa Penyembahan Salib
Jum’at, 3 April 2015, jam 15:00 wita
12
Misa Malam Paskah
Sabtu, 4 April 2015, jam 19:00 wita
13
Misa Paskah Pagi
Minggu, 5 April 2015, jam 08:00 wita
14
Pesta Kebun (Agape)
Minggu, 12 April 2015, selesai Misa





BERITA GEREJA 07 & 08 MARET 2015

Hari Minggu Pra Paskah III

I. Pesta Santo–Santa Minggu ini:

II. Misa Harian dalam pekan ini seperti biasa 06:00 AM
Hari Senin, 17:30PM Misa dan Devosi Keluarga Kudus
Hari Jum’at, pkl 17:00PM Doa Jalan Salib dilanjutkan Perayaan Ekaristi

Petugas Misa Minggu yang akan datang:

Hari Sabtu 17:30 PM
Koor                  : Komunitas Maria
Organis : Bpk Floribertus Riwi
Lektor                  : 1. Fitri Purwati
                                2. Theresia Maya Ina Bolen
Pemazmur           : Cindy Stevany Renantha Sitepu
Kolkt & Persmb: Komunitas Marria
Putra-Putri Altar: 1. Gregorius Magnus Kevin Solokana
                                   2. Mikael Kopong
                                   3. Clara Marshella
                                   4. Leonita Alycia

Hari Minggu, 08:00 AM
Koor                     : Komunitas AVE
Organis : Sdri. Grace Dwi Arganita Pasaribu
Lektor                  : Bapak & Ibu Fery Gunawan
Pemazmur           : Sdri. Anastasia Rosa Rahvitayani
Kolkt & Persmb: Komunitas AVE
Putra-Putri Altar: 1. Anthonius Yudith Eka
                                   2. Mario Bagus Prasetyo
                                   3. Regina Dietya Erika
                                   4. Cornelia Stella Mahardika

III. Sakramen Perkawinan

IV. Pengumuman Tambahan
1.      Petugas Doa Jalan Salib, Jum’at 13 Maret 2015 pkl 17:00PM, Komunitas AVE
Putra-Putri Altar: Alodia Diasmara;Leonora Dwi Tamara; Mario Bagus Prasetyo; Fidel Vincensius.
2.      Jadwal latihan Misdinar untuk tugas Perayaan Ekaristi masa Pekan Suci:
a.      Hari Minggu setelah Misa (jam 10:00AM): Malam Paskah
b.      Hari Minggu jam 12:00PM: Jum’at Agung
c.      Hari Minggu jam 16:00PM: Kamis Putih
d.      Hari Senin sore setelah Misa Devosi Keluarga Kudus (jam 19:00PM): Sabtu Palma
e.      Hari Jum’at sore setelah Jalan Salbin (jam 19:00PM): Paskah Pagi
f.       Hari Sabtu malam setelah Misa (jam 19:00): Minggu Palma
3.      Untuk anak-anak Misdinar yang bertugas dalam Perayaan Ekaristi selama Pekan Suci harap membaca pengumuman di depan Gereja. Bagi anak-anak yang bertugas mohon mengikuti latihan sesuai dengan jadwal latihan di atas. Apabila ada perubahan jadwal latihan akan ditentukan kemudian setelah dibicarakan dengan tim pelatih.
4.      Jadwal kunjungan ke Stasi selama bulan Maret 2015:
a.      Minggu II, Tgl 8 Maret 2015 ke Stasi Binuang: Suster SPC dan Perwakilan BPK dan Ibu Paroki.
b.    Minggu III, Tgl 15 Maret 2015 ke Stasi Danau Salak: Komunitas Agustinus 1 dan Agustinus 2.
c.    Minggu IV, Tgl 22 Maret 2015 ke Stasi Loksado/Kandangan: Komunitas Anastasia, Veronika dan Elia.
5.      Sehubungan dengan meningkatnya kasus penyakit demam berdarah di Kota Banjarbaru dan Martapura yang dialami oleh anak-anak dan orang dewasa, domohon agar masyarakat untuk bersama-sama melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk baik di rumah, sekolah, perkantoran dan tempat lainnya dengan gerakan 3M yaitu menguras bak-bak penampungan air seminggu sekali, menutup tempat-tempat penampungan air dan memanfaatkan kembali barang-barang yang bisa digunakan seperti gelas air mineral, botol bekas dan sebagainya.
6.      Kepada Mahasiswa Katolik Paroki Bunda Maria Banjarbaru
Bersama ini KMK Banjarbaru mengundang para Mahasiswa Katolik Paroki Bunda Maria Banjarbaru untuk mengikuti pertemuan rutin KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik) dan akan dilanjutkan dengan misa, yang akan dilaksanakan:
Ø  Hari & Tanggal                  : Jum’at 13 Maret 2015
Ø  Tempat                               : Groto Paroki Bunda Maria Banjarbaru
Ø  Waktu                                 : Jam 12:00PM
Ø  Narasumber                       : Rm. F.A. Susilo Nugroho, CP
Berhubung pentingnya kegiatan ini, diharapkan para Mahasiswa dapat hadir denan tepat waktu. Ketua KMK Bjb Anthonius B. A.


Senin, 02 Maret 2015

Iman Percaya, Iman Yang Dapat Melihat Masa Depan

Hari Minggu Pra Paskah II
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tuju. Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu." Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati, dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.