Tampilkan postingan dengan label credit union. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label credit union. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2015

Menguji Ambisi Cita-cita Sukses Tiap Anggota Credit Union

Setiap dari kita pasti memiliki cita-cita dalam hidupnya. Ada yang ingin menyekolahkan anaknya sampai tingkat tertinggi, ingin mengembangkan usaha sehingga aset terus bertambah, ingin memiliki rumah, kendaraan dan alat-alat impian lainnya. Tentunya dalam mewujudkan harapan luhur ini disokong oleh manajemen dan kerja keras. Semua tidak bisa muncul secara tiba-tiba, ada waktu, melalui sebuah proses, bahkan menghadapi rintangan.

Filosopi petani, tidak akan panen kalau tidak menanam, mustinya telah melekat begitu kuat pada pikiran ini. Bukan pada argumentasi mendapatkan ikan untuk kemudian dimasak. Kalau demikian, setelah ikan habis apa yang musti diperbuat? Meminta lagi? Mengapa tidak memilih kail sehingga akan memperoleh banyak dan ragam ikan? Sehingga selanjutnya bisa tetap makan ikan.

Senin, 06 Juli 2015

MERANCANG MIMPI DENGAN SIPIKO

Melalui Simpanan PIKO, impian dan cita-cita dapat diwujudkan secara nyata. Dengan simpanan atau setoran awal Rp 1.000.000 dan rajin menyimpankan dana sebesar Rp 500.000 rutin tetap setiap bulan, maka 10 tahun kemudian mimpi tersebut dapat terwujud.
Dalam kurun waktu tersebut dana bahkan bisa lebih didayagunakan untuk pengembangan usaha sebagai bagian dari pengamanan penghasilan dan mata pencaharian. Bahkan jika menginginkan, pada usia 44 tahun pula sudah dapat menikmati dana pensiun seumur hidup.




Sumber: narasi dari website

Dana sebesar Rp 119.730.992 telah bisa dipakai. Simpanan PIKO memberikan Balas Jasa Simpanan (BJS) sebesar 14% per tahun setara dengan 14,93% setahun.

10 Tahun Kemudian. langsung didayagunakan untuk pengembangan usaha bahkan menikmati pensiun secara dini.

Merancang Mimpi Dengan Nilai Inflasi

Secara umum inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan tingkat harga kebutuhan atau barang dan jasa secara umum dan terus menerus selama waktu tertentu. Sementara nilai uang mengalami penurunan dari waktu ke waktu secara terus menerus pula. Sehingga tidak heran banyak ungkapan yang mengatakan bahwa biaya hidup dan kebutuhan semakin tinggi. Seperti halnya biaya pendidikan, biaya kesehatan, bahkan biaya jajan anak sekali pun tidak cukup dengan lima ratus rupiah per hari.

Sumber: narasi dari website
Nilai inflasi banyak dipakai sebagai ukuran perencanaan keuangan untuk masa depan, pendidikan, wisata dan lainnya

Minggu, 28 Juni 2015

5 Modal Kekuatan Sosial Ekonomi

Salah satu kendala atas ketidakmampuan satu masyarakat untuk membawa sebuah impian kesejahteraan dan kedamaian hidup adalah lemahnya dibidang ekonomi. Sejurus dengan kelemahan ekonomi ini bermula dari lemahnya sumber daya manusia (SDM) itu sendiri.
SDM tidak cukup dilihat dari dasar pendidikan dan status sosialnya. Banyak orang dengan pendidikan tinggi, memiliki status sosial yang tinggi, mereka sangat pintar memperkuat dirinya tetapi tidak cukup cerdas untuk membawa kekuatan bagi lingkungan sekitarnya.

Semua diantara kita pasti mempunyai keinginan yang sama dalam hidup yaitu ingin mencapai keberhasilan atau sukses yang setinggi-tingginya. Kesuksesan adalah derajat keberhasilan seseorang dalam pemenuhan subjektif terhadap kebutuhan hidupnya, material maupun spiritual baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Mengejar kesuksesan hidup secara keseluruhan memang merupakan idaman bagi setiap orang. Yang menjadi permasalahan, adalah bahwa kesuksesan itu kerap kali terasa sebagai sesuatu hal yang tidak mudah atau bahkan sangat sukar sekali untuk dicapai bagi kebanyakan orang. Dan pada skala yang lebih ekstrim bahkan dapat terasa sebagai hal yang tidak mungkin dapat dicapai oleh sekelompok orang tertentu. Sehingga makna sukses dari setiap orang akan berbeda, didasarkan pada tingkat sosial, ekonomi, juga pendidikan.

Minggu, 21 Juni 2015

Credit Union; Menata Satu Kehidupan Bagi Kehidupan

Siapapun dari kita menginginkan kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Dan mimpi itu bisa terwujud bilamana kita sendiri yang melakukannya; bukan saudara kita, bukan orang tua kita, bahkan bukan pula orang lain. Jika kita ingin perubahan terjadi mulailah dari diri kita sendiri. Termasuk perubahan kehidupan dalam ekonomi. Tentu membawa perubahan tersebut tidak harus dijalankan sendirian melainkan secara berkelompok karena akan lebih ringan dan kuat. Seperti falsafah kekuatan lidi, maka akan menjadi mudah patah jika hanya satu batang saja. Perubahan adalah perjuangan, bila telah siap melawan diri sendiri secara sadar dan terus berjuang melawan diri dengan memakai kehidupan sebagai proses pembelajaran, bukan hanya diri kita sendiri yang akan menerima nilai positifnya melainkan orang lain akan pula merasakan manfaatnya.

Sejarah Credit Union

Credit Union muncul pada abad ke-19 di Jerman. Pada saat itu terjadi badai salju. Akibatnya terjadi Krisis ekonomi pada saat itu. Situasi ini di manfaatkan oleh kalangan atas untuk meminjamkan pada orang-orang yang membutuhkan. Orang-oranf kaya tersebut memberikan bunga yang tinggi. Maka banyak orang yang terjerat dan tidak mampu melunasi hutang tersebut. Akibatnya harta benda mereka pun disita untuk melunasi hutang-hutangnya pada orang-orang kaya.
Tidak lama berselang terjadi revolusi industri. Revolusi industri yaitu tenaga manusia digantikan oleh tenaga mesin. Maka pada saat itu terjadi phk besar-besaran.

PENGERTIAN CREDIT UNION (CU)

Credit Union (CU). Credit berasal dari bahasa Latin, yaitu credere yang artinya percaya. Union atau unus berarti kumpulan.
Sehingga Credit Union berarti: “Sekumpulan orang-orang yang saling percaya, dalam suatu ikatan pemersatu yang bersepakat untuk menabungkan uang mereka, sehingga menciptakan modal bersama, untuk dipinjamkan di antara sesama mereka, dengan balas jasa yang layak, untuk tujuan produktif dan kesejahteraan.”
Sekumpulan orang yang saling percaya: Laki-laki dan perempuan yang merasa senasib dan sepenanggungan yang akan menjadi pemilik, pelaksana, pengawas dan pengguna jasa (nasabah).
Dalam suatu ikatan pemersatu: Diikat dan dipersatukan oleh suatu kepentingan bersama dalam ruang lingkup lingkungan masyarakat, baik lingkungan kerja, tempat tinggal maupun profesi.
Bersepakat menabungkan uang mereka:Tanpa paksaan untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan, sebagai salah satu wujud saling percaya dan saling membantu melalui pemanfaatan tabungan untuk kemajuan bersama.

Senin, 15 Juni 2015

Analisa Kredit

Menurut Rivai (2006, p287), analisis kredit adalah kajian yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari suatu permasalahan kredit. Melalui hasil analisis kreditnya, dapat diketahui apakah usaha nasabah layak (feasible) dan marketable (hasil usaha dapat dipasarkan), dan profitable (menguntungkan) serta dapat dilunasi tepat waktu. Menurut Rivai (2006, p563-564), analisis kredit adalah usaha untuk mengetahui resiko–resiko yang mungkin menjadi penyebab gagalnya usaha penerima kredit dan untuk mengetahui kondisi cash flow penerima kredit agar diketahui kemampuan melunasi kreditnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa analisis kredit adalah kajian yang dilakukan oleh pemberi kredit untuk mengetahui kelayakan dari suatu permasalahan kredit penerima kredit untuk melihat apakah usaha penerima kredit layak untuk menerima kredit tersebut, usaha penerima kredit menguntungkan atau tidak sehingga kredit yang diberikan tersebut dapat dilunasi tepat waktu. Menurut Rivai (2006, p289-293), hal–hal yang perlu diperhatikan dalam penyelesaikan kredit penerima kredit, terlebih dahulu adalah terpenuhinya prinsip 6C’s analysis. Prinsip 6C’s analysis meliputi:

Teori Pinjaman dan Credit Union (CU)

Pengertian Credit Union
Menurut Munaldus, Yohanes, Karlena, Hendi (2013, p16), Credit Union berasal dari bahasa Latin yaitu “credere” yang artinya saling percaya dan “Union” artinya kumpulan. JadiCredit Union berarti kumpulan orang-orang yang saling percaya, dalam suatu ikatan pemersatu yang bersepakat untuk menabungkan uang mereka, sehingga menciptakan modal bersama, untuk dipinjamkan di antara sesama mereka, dengan balas jasa yang layak, untuk tujuan produktif dan kesejahteraan. 

Sabtu, 13 Juni 2015

Tata kelola sehat (good governance = GG)

Untuk menyongsong tahun 2020, Koperasi Kredit (Credit Union) telah mencanangkan sepuluh prinsip tata kelola sehat yang perlu kita patuhi bersama. Kesepuluh prinsip itu kita harus
tanamkan dalam hati dan menjadi pedoman sehari-hari mengelola Kopdit agar sehat.
1. Pengawasan Ketat
Semua segi pelayanan di Kopdit perlu dilakukan dengan pengawan ketat dan disiplin tinggi dalam hal keuangan terutama, yaitu hasil penagihan-penagihan, kewajiban bulan, angsuran, bayar SW teratur dan lain-lain.

2. Efektif dan efisien
Perlu bekerja dengan efektif agar efisien dalam tenaga, pikiran, waktu, maka segala pekerjaan dilakukan dengan rencana yang baik.

Ada ubi ada talas, ada budi pasti terbalas

Semakin kita menghayati koperasi, maka badan usaha ini semakin menarik untuk dikaji di
Indonesia. Sebab koperasi bukan perkumpulan uang tetapi perkumpulan manusia yang penuh dengan karakter, budaya, tradisi, usia dll yang unik
Asal muasal Koperasi memang dari negara barat (Jerman, Swedia, Skandinavia, Inggris, Kanada, USA) dan kalau Koperasi Kredit dianggap yang paling kebarat-baratan juga tidaklah ! Jaman
Raiffeisen koperasi simpan pinjam sudah ada di Jerman dan KSP ini sekarang namanya diadop oleh KSP-USP di Indonesia. Credit Union (= Koperasi Kredit) memang khas bentuk dan cara pengelolaannya. Bentuk awal namanya bukan CU tetapi SC = “Saving and Credit” (lahir 1900 di Canada), tetapi lama kelamaan menjadi Credit Union, setelah menuntaskan “sekolah uji coba di USA” dengan diterapkan Undang-Undang tentang Credit Union. Ini memang aneh tetapi nyata, Credit Union (CU = Koperasi Kredit) telah menjadi kakek, tua renta, dan jenggotan dengan usia 111 tahun (1900–2011), toh tetap gagah, tegar, dan gesit melalang dunia sampai di 94 negara didunia.

Senin, 08 Juni 2015

KOPDIT perlu Teknologi Informasi

Menunjang Koperasi Kredit pada era Reformasi (1998–2011 dan seterusnya) perlu melakukan pelayanan dengan cara-cara modern yaitu memakai IT (Informasi Teknologi). CU (Kopdit) perlu menggunakan Komputer, Lap Top, IPad, LCD, Website dan Email dalam melayani anggota-anggotanya. Anggota semua membutuhkan sarana IT, guna menunjang:
1. Kecepatan dan ketepatan pelayanan agar angka-angka valid
2. Mengurangi human error sekecil mungkin
3. Menjaga image Kopdit yang tak kalah dengan lembaga keuangan yang lain
4. Anggota sadar, bahwa dengan input data hanya sekali maka beberapa transaksi bisa diselesaikan dengan betul, cepat, tepat dan akurat
5. Dengan memakai IT, maka anggota bisa melihat secara nyata, bahwa pelayanan Kopdit dilakukan serius dan berkualitas tinggi.
Kalau Kopdit tak mau memakai IT, maka lambat atau cepat akan ditinggalkan para anggotanya. Kelak, sejarah akan membuktikan.

Sayur tanpa Garam

“Pendidikan koperasi, penting bagi anggota dan lebih-lebih bagi pengurusnya” (Bung Hatta,

bapak koperasi (RI)
Roh dari koperasi bukan uang, bukan besarnya koperasi, tetapi para anggota harus berpendidikan koperasi yang cukup. Mereka akan berpotensi untuk maju, mandiri dan tegak kuat.
Lincah
Koperasi Kredit, biasanya identik dengan Credit Union dan sudah tersebar diseluruh Indonesia. Koperasi Kredit (disingkat Kopdit) memang enggan disebut koperasi biasa, sebab memang lain cara kerja dan Visi Misinya. Sama-sama bergerak dibidang koperasi, tetapi perbedaannya seperti
bumi dan langit. Koperasi Kredit, bergerak lebih lincah dari pada koperasi lain. Ia menerobos dari daerah satu ke daerah lain dengan lincah tanpa kenal lelah. Ia berperahu 8 jam, kehulu sungai di Kalimantan untuk memotivasi sekelompok suku untuk masuk menjadi anggota CU. Tiga fasilitator CU.

Senin, 01 Juni 2015

Dampak Tabungan Anggota Kopdit (Credit Union)

“Beli rokok bisa, beli pulsa mampu, beli jajan terbayar, tetapi untuk menabung, mereka sulit melakukan. Mengapa? Lemahkah daya juang hatinya?”


Prakata
Sebuah perusahaan, bisa hidup kalau mendapat pendapatan /income dari usahanya. Setelah mendapat pendapatan, lalu ia bisa mengeluarkan biaya pokok dan biaya operasionalnya. Selisih antara income dengan biaya-biaya diatas kita sebut suatu profit/ keuntungan.

Credit Union
Di Credit Union (Koperasi Kredit) yang berprinsip Trilogi salah satu yaitu swadaya modal, maka modal dihimpun dari Tabungan para anggota, baik Tabungan besar maupun Tabungan-tabungan kecil, dari seluruh anggota CU. Tabungan semua anggota, saat Kopdit masih kecil (hanya berjumlah kecil, namun seiring dengan perkembangan Kopdit, jumlah tabungan akan membesar, apalagi kalau jenis tabungan semakin bervariasi dan menarik.

Senin, 25 Mei 2015

Sepuluh Keunikan Credit Union

Barangkali tidak ada usaha yang fokusnya pada para pemilik usaha tersebut, kecuali usaha Credit Union. Hal ini disebabkan, pemilik usaha adalah juga pengguna jasa seluruhnya.
1.    Uniknya di Credit Union adalah pemilik usaha juga anggota semua Credit Union. Credit Union sangat melindungi anggota dalam simpanannya dan ketidakmampuan mengembalikan pinjaman kalau meninggal dunia sewaktu-waktu, dengan cara simpanan dan pinjaman dilindungi dengan semacam asuransi yang disebut Dana Perlindungan Bersama (DAPERMA). Hal ini guna menghindari agar anggota yang meninggal dunia tidak membebani utang pada ahli waris.

Rabu, 20 Mei 2015

CU Berawal Dari Kepercayaan

Beberapa saat yang lalu kami menanyakan kepada anggota, kenapa memilih CU di BJB. Seorang anggota CU, mengaku tertarik bergabung dengan CU karena mengetahui manfaat yang akan diperolehnya. “Saya mendengar banyak keuntungan yang akan diperoleh dengan menabung di CU ini. “Saya khawatir gaji saya akan habis begitu saja jika tidak ditabung. Di CU di BJB, saya mempunyai kewajiban menabung setiap bulan, dalam simpanan wajib.” menurutnya banyak keuntungan yang diperolehnya , tidak hanya simpanan sahamnya bertambah, namun keuntungan anggota yang lain juga dapat dinikmati, salah satunya adalah pinjaman. Anggota tidak begitu saja dapat meminjam dana disini, karena punya kewajiban menabung dahulu setelah mendaftar.
”Saya menjadi terbiasa menabung, dan memperoleh manfaat dari berbagai bentuk balas jasa yang diberikan CU,” kata anggota tersebut yang sudah menjadi anggota sejak tahun 2009.
Baginya, menabung di lembaga keuangan lain, sama sekali tidak memberikan keuntungan karena yang diberikan hanyalah keuntungan kecil untuk setiap nasabah. Hal ini berbeda dengan yang diterapkan oleh credit union.
Berbagai Manfaat Credit Union

Roso Andarbeni

Rasa memiliki tidak timbul dengan sendirinya, perlu dikondisikan, dipupuk dan diemong. Dalam konteks keluarga besar seperti CU, rasa ini mutlak diperlukan dan wajib dilaksanakan. Tanggung jawab untuk menumbuhkan Rasa memiliki adalah tanggungjawab SEMUA orang (anggota) namun secara kelembagaan, pengurus, pengawas dan manajemen CU yang bertanggungjawab untuk menanam, memupuk, menyirami dan ngemong. Dalam menjaga, dilakukan secara bersama sama. Singkatnya, rasa ikut memiliki bisa tumbuh dan ditumbuhkan dalam konteks kebersamaan, yang di dalamnya ada rasa saling percaya, saling asah-asuh dan sifat hubungannya adalah kita. Aku dan kamu. Tidak ada “dia” di dalamnya. Just between us, atau kulo kalian panjenengan.

Credit Union adalah kabar baik bagi semua orang

“Saya tidak butuh pinjaman, jadi untuk apa saya bergabung di CU?”. Kalimat ini pernah terlontar dari salah satu bapak ketika kami mengadakan sosialisasi.
Tidaklah benar apabila credit union disamakan dengan koperasi simpan pinjam, atau dianggap hanya membagi-bagian uang dalam bentuk pinjaman untuk mendapat keuntungan.
Mengapa? Karena CU adalah lembaga yang tidak menomorsatukan keuntungan, tidak juga memberikan derma, tapi memberikan pelayanan kepada anggota agar meraih kesejahteraan yang lebih tinggi (not for profit, not for charity, but for service)
Credit Union adalah salah satu solusi pemberdayaan ekonomi yang bisa melibatkan banyak kalangan masyarakat, lintas agama bahkan lintas usia, agar mereka bertanggungjawab akan masa depannya masing-masing. Yang pra sejahtera bisa naik menjadi lebih sejahtera; yang sudah sejahtera pun bisa memiliki nilai sosial dari uang simpanannya untuk digunakan bagi mereka yang membutuhkan. Bukan sekedar charity atau donasi, tetapi menjadi modal untuk mengangkat taraf hidup mereka sendiri.

CU Makmur Bersama” BERBAGI KASIH tanpa kenal batas waktu dan sekat agama.

From: Hubertus Woeryanto
5 tahun sudah, CU Makmur Bersama, di wilayah St. Robertus paroki St. Arnoldus, Bekasi. Inisiatornya bbrp umat katolik setempat, langsung membaur dgn masyarakat. Jumlah anggota skrg 180 orang, mayoritas non katolik. Simpanan anggota hampir setengah M dan akumulasi pelayanan pinjaman 1,2 M. Blm besar benar, tp bukan itu fokusnya. Yg penting, umat bisa dan sadar menggarama di masyarakat, BERBAGI KASIH tanpa kenal batas waktu dan sekat agama. Menantikan partisipasi aktif, khususnya dari St. Arnoldus teristimewa kawula muda. Tuhan Yesus memberkati selalu.