Umat Allah Keuskupan Banjarmasin adalah persekutuan umat beriman Katolik yg mengetahui, memahami, menghayati & mewujudkan imannya dalam bimbingan Roh Kudus berziarah menuju Gereja yg kontekstual, berdialog, inklusif & transformatif demi memancarkan kasih Allah di Kalimantan Selatan.
Tampilkan postingan dengan label credit union. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label credit union. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Juli 2015
Kamis, 23 Juli 2015
Menguji Ambisi Cita-cita Sukses Tiap Anggota Credit Union
Setiap
dari kita pasti memiliki cita-cita dalam hidupnya. Ada yang ingin menyekolahkan
anaknya sampai tingkat tertinggi, ingin mengembangkan usaha sehingga aset terus
bertambah, ingin memiliki rumah, kendaraan dan alat-alat impian lainnya.
Tentunya dalam mewujudkan harapan luhur ini disokong oleh manajemen dan kerja
keras. Semua tidak bisa muncul secara tiba-tiba, ada waktu, melalui sebuah
proses, bahkan menghadapi rintangan.
Filosopi
petani, tidak akan panen kalau tidak menanam, mustinya telah melekat begitu
kuat pada pikiran ini. Bukan pada argumentasi mendapatkan ikan untuk kemudian
dimasak. Kalau demikian, setelah ikan habis apa yang musti diperbuat? Meminta
lagi? Mengapa tidak memilih kail sehingga akan memperoleh banyak dan ragam
ikan? Sehingga selanjutnya bisa tetap makan ikan.
Senin, 06 Juli 2015
MERANCANG MIMPI DENGAN SIPIKO
Melalui
Simpanan PIKO, impian dan cita-cita dapat diwujudkan secara nyata. Dengan
simpanan atau setoran awal Rp 1.000.000 dan rajin menyimpankan dana sebesar Rp
500.000 rutin tetap setiap bulan, maka 10 tahun kemudian mimpi tersebut dapat
terwujud.
Dalam kurun waktu tersebut
dana bahkan bisa lebih didayagunakan untuk pengembangan usaha sebagai bagian
dari pengamanan penghasilan dan mata pencaharian. Bahkan jika menginginkan,
pada usia 44 tahun pula sudah dapat menikmati dana pensiun seumur hidup.
Sumber:
narasi dari website
Dana
sebesar Rp 119.730.992 telah bisa dipakai. Simpanan PIKO memberikan Balas Jasa
Simpanan (BJS) sebesar 14% per tahun setara dengan 14,93% setahun.
10
Tahun Kemudian. langsung didayagunakan untuk
pengembangan usaha bahkan menikmati pensiun secara dini.
Merancang Mimpi Dengan Nilai Inflasi
Secara
umum inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan tingkat harga kebutuhan atau
barang dan jasa secara umum dan terus menerus selama waktu tertentu. Sementara
nilai uang mengalami penurunan dari waktu ke waktu secara terus menerus pula.
Sehingga tidak heran banyak ungkapan yang mengatakan bahwa biaya hidup dan
kebutuhan semakin tinggi. Seperti halnya biaya pendidikan, biaya kesehatan,
bahkan biaya jajan anak sekali pun tidak cukup dengan lima ratus rupiah per hari.
Sumber:
narasi dari website
Nilai inflasi banyak
dipakai sebagai ukuran perencanaan keuangan untuk masa depan, pendidikan,
wisata dan lainnya
Minggu, 28 Juni 2015
5 Modal Kekuatan Sosial Ekonomi
Salah
satu kendala atas ketidakmampuan satu masyarakat untuk membawa sebuah impian
kesejahteraan dan kedamaian hidup adalah lemahnya dibidang ekonomi. Sejurus
dengan kelemahan ekonomi ini bermula dari lemahnya sumber daya manusia (SDM)
itu sendiri.
SDM tidak
cukup dilihat dari dasar pendidikan dan status sosialnya. Banyak orang dengan
pendidikan tinggi, memiliki status sosial yang tinggi, mereka sangat pintar
memperkuat dirinya tetapi tidak cukup cerdas untuk membawa kekuatan bagi
lingkungan sekitarnya.
Semua diantara kita pasti mempunyai keinginan yang sama
dalam hidup yaitu ingin mencapai keberhasilan atau sukses yang
setinggi-tingginya. Kesuksesan adalah derajat keberhasilan seseorang dalam
pemenuhan subjektif terhadap kebutuhan hidupnya, material maupun spiritual baik
secara kuantitatif maupun kualitatif.
Mengejar
kesuksesan hidup secara keseluruhan memang merupakan idaman bagi setiap orang.
Yang menjadi permasalahan, adalah bahwa kesuksesan itu kerap kali terasa
sebagai sesuatu hal yang tidak mudah atau bahkan sangat sukar sekali untuk
dicapai bagi kebanyakan orang. Dan pada skala yang lebih ekstrim bahkan dapat
terasa sebagai hal yang tidak mungkin dapat dicapai oleh sekelompok orang
tertentu. Sehingga makna sukses dari setiap orang akan berbeda, didasarkan pada
tingkat sosial, ekonomi, juga pendidikan.
Minggu, 21 Juni 2015
Credit Union; Menata Satu Kehidupan Bagi Kehidupan
Siapapun
dari kita menginginkan kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Dan mimpi itu
bisa terwujud bilamana kita sendiri yang melakukannya; bukan saudara kita, bukan
orang tua kita, bahkan bukan pula orang lain. Jika kita ingin perubahan terjadi
mulailah dari diri kita sendiri. Termasuk perubahan kehidupan dalam ekonomi.
Tentu membawa perubahan tersebut tidak harus dijalankan sendirian melainkan
secara berkelompok karena akan lebih ringan dan kuat. Seperti falsafah kekuatan
lidi, maka akan menjadi mudah patah jika hanya satu batang saja. Perubahan
adalah perjuangan, bila telah siap melawan diri sendiri secara sadar dan terus
berjuang melawan diri dengan memakai kehidupan sebagai proses pembelajaran,
bukan hanya diri kita sendiri yang akan menerima nilai positifnya melainkan
orang lain akan pula merasakan manfaatnya.
Sejarah Credit Union
Credit
Union muncul pada abad ke-19 di Jerman. Pada saat itu terjadi badai salju.
Akibatnya terjadi Krisis ekonomi pada saat itu. Situasi ini di manfaatkan oleh
kalangan atas untuk meminjamkan pada orang-orang yang membutuhkan. Orang-oranf
kaya tersebut memberikan bunga yang tinggi. Maka banyak orang yang terjerat dan
tidak mampu melunasi hutang tersebut. Akibatnya harta benda mereka pun disita
untuk melunasi hutang-hutangnya pada orang-orang kaya.
Tidak
lama berselang terjadi revolusi industri. Revolusi industri yaitu tenaga
manusia digantikan oleh tenaga mesin. Maka pada saat itu terjadi phk
besar-besaran.
PENGERTIAN CREDIT UNION (CU)
Credit Union (CU). Credit berasal dari
bahasa Latin, yaitu credere yang
artinya percaya. Union atau unus berarti kumpulan.
Sehingga Credit
Union berarti: “Sekumpulan orang-orang yang saling percaya, dalam suatu ikatan pemersatu
yang bersepakat untuk menabungkan uang mereka, sehingga menciptakan modal
bersama, untuk dipinjamkan di antara sesama mereka, dengan balas jasa yang
layak, untuk tujuan produktif dan kesejahteraan.”
Sekumpulan orang
yang saling percaya: Laki-laki dan perempuan yang merasa senasib dan sepenanggungan yang akan
menjadi pemilik, pelaksana, pengawas dan pengguna jasa (nasabah).
Dalam suatu
ikatan pemersatu: Diikat dan dipersatukan oleh suatu kepentingan bersama dalam ruang
lingkup lingkungan masyarakat, baik lingkungan kerja, tempat tinggal maupun
profesi.
Bersepakat
menabungkan uang mereka:Tanpa paksaan untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan, sebagai salah
satu wujud saling percaya dan saling membantu melalui pemanfaatan tabungan
untuk kemajuan bersama.
Senin, 15 Juni 2015
Analisa Kredit
Menurut Rivai (2006, p287), analisis kredit adalah
kajian yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari suatu permasalahan
kredit. Melalui hasil analisis kreditnya, dapat diketahui apakah usaha nasabah
layak (feasible) dan marketable (hasil usaha dapat
dipasarkan), dan profitable (menguntungkan) serta dapat dilunasi
tepat waktu. Menurut Rivai (2006, p563-564), analisis kredit adalah usaha untuk
mengetahui resiko–resiko yang mungkin menjadi penyebab gagalnya usaha penerima
kredit dan untuk mengetahui kondisi cash flow penerima kredit
agar diketahui kemampuan melunasi kreditnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
analisis kredit adalah kajian yang dilakukan oleh pemberi kredit untuk
mengetahui kelayakan dari suatu permasalahan kredit penerima kredit untuk
melihat apakah usaha penerima kredit layak untuk menerima kredit tersebut,
usaha penerima kredit menguntungkan atau tidak sehingga kredit yang diberikan
tersebut dapat dilunasi tepat waktu. Menurut Rivai (2006, p289-293),
hal–hal yang perlu diperhatikan dalam penyelesaikan kredit penerima kredit,
terlebih dahulu adalah terpenuhinya prinsip 6C’s analysis. Prinsip 6C’s analysis
meliputi:
Teori Pinjaman dan Credit Union (CU)
Pengertian Credit Union
Menurut Munaldus, Yohanes, Karlena, Hendi (2013, p16),
Credit Union berasal dari bahasa Latin yaitu “credere” yang artinya
saling percaya dan “Union” artinya kumpulan. JadiCredit Union berarti
kumpulan orang-orang yang saling percaya, dalam suatu ikatan pemersatu yang
bersepakat untuk menabungkan uang mereka, sehingga menciptakan modal bersama, untuk
dipinjamkan di antara sesama mereka, dengan balas jasa yang layak, untuk tujuan
produktif dan kesejahteraan.
Sabtu, 13 Juni 2015
Tata kelola sehat (good governance = GG)
Untuk menyongsong tahun 2020,
Koperasi Kredit (Credit Union) telah mencanangkan sepuluh prinsip tata kelola
sehat yang perlu kita patuhi bersama. Kesepuluh prinsip itu kita harus
tanamkan dalam hati dan menjadi pedoman sehari-hari
mengelola Kopdit agar sehat.
1. Pengawasan Ketat
Semua segi pelayanan di Kopdit
perlu dilakukan dengan pengawan ketat dan disiplin tinggi dalam hal keuangan
terutama, yaitu hasil penagihan-penagihan, kewajiban bulan, angsuran, bayar SW
teratur dan lain-lain.
2. Efektif dan efisien
Perlu bekerja dengan efektif
agar efisien dalam tenaga, pikiran, waktu, maka segala pekerjaan dilakukan
dengan rencana yang baik.
Ada ubi ada talas, ada budi pasti terbalas
Semakin kita menghayati koperasi, maka badan usaha ini
semakin menarik untuk dikaji di
Indonesia.
Sebab koperasi bukan perkumpulan uang tetapi perkumpulan manusia yang penuh dengan
karakter, budaya, tradisi, usia dll yang unik
Asal muasal Koperasi memang dari
negara barat (Jerman, Swedia, Skandinavia, Inggris, Kanada, USA) dan kalau
Koperasi Kredit dianggap yang paling kebarat-baratan juga tidaklah ! Jaman
Raiffeisen koperasi simpan pinjam sudah ada di
Jerman dan KSP ini sekarang namanya diadop oleh KSP-USP di Indonesia. Credit
Union (= Koperasi Kredit) memang khas bentuk dan cara pengelolaannya. Bentuk
awal namanya bukan CU tetapi SC = “Saving
and Credit” (lahir 1900 di Canada), tetapi lama kelamaan menjadi Credit Union, setelah menuntaskan
“sekolah uji coba di USA” dengan diterapkan Undang-Undang tentang Credit Union. Ini memang aneh tetapi
nyata, Credit Union (CU = Koperasi
Kredit) telah menjadi kakek, tua renta, dan jenggotan dengan usia 111 tahun
(1900–2011), toh tetap gagah, tegar, dan gesit melalang dunia sampai di 94
negara didunia.
Senin, 08 Juni 2015
KOPDIT perlu Teknologi Informasi
Menunjang Koperasi Kredit pada era Reformasi (1998–2011
dan seterusnya) perlu melakukan pelayanan dengan cara-cara modern yaitu memakai
IT (Informasi Teknologi). CU (Kopdit) perlu menggunakan Komputer, Lap Top,
IPad, LCD, Website dan Email dalam melayani anggota-anggotanya. Anggota semua
membutuhkan sarana IT, guna menunjang:
1. Kecepatan dan ketepatan pelayanan agar
angka-angka valid
2. Mengurangi human error sekecil mungkin
3. Menjaga image Kopdit yang tak kalah dengan
lembaga keuangan yang lain
4. Anggota sadar, bahwa dengan input data hanya sekali maka
beberapa transaksi bisa diselesaikan dengan betul, cepat, tepat dan akurat
5. Dengan memakai IT, maka anggota bisa melihat secara
nyata, bahwa pelayanan Kopdit dilakukan serius dan berkualitas tinggi.
Kalau Kopdit tak mau memakai IT, maka lambat atau
cepat akan ditinggalkan para anggotanya. Kelak, sejarah akan membuktikan.
Sayur tanpa Garam
“Pendidikan koperasi, penting bagi
anggota dan lebih-lebih bagi pengurusnya” (Bung Hatta,
bapak koperasi (RI)
Roh dari koperasi bukan uang,
bukan besarnya koperasi, tetapi para anggota harus berpendidikan koperasi yang
cukup. Mereka akan berpotensi untuk maju, mandiri dan tegak kuat.
Lincah
Koperasi Kredit, biasanya
identik dengan Credit Union dan sudah tersebar diseluruh Indonesia. Koperasi
Kredit (disingkat Kopdit) memang enggan disebut koperasi biasa, sebab memang
lain cara kerja dan Visi Misinya. Sama-sama bergerak dibidang koperasi, tetapi
perbedaannya seperti
bumi dan langit. Koperasi Kredit, bergerak lebih
lincah dari pada koperasi lain. Ia menerobos dari daerah satu ke daerah lain
dengan lincah tanpa kenal lelah. Ia berperahu 8 jam, kehulu sungai di
Kalimantan untuk memotivasi sekelompok suku untuk masuk menjadi anggota CU.
Tiga fasilitator CU.
Senin, 01 Juni 2015
Dampak Tabungan Anggota Kopdit (Credit Union)
“Beli rokok bisa, beli pulsa
mampu, beli jajan terbayar, tetapi untuk menabung, mereka sulit melakukan.
Mengapa? Lemahkah daya juang hatinya?”
Prakata
Sebuah perusahaan, bisa hidup
kalau mendapat pendapatan /income dari
usahanya. Setelah mendapat pendapatan, lalu ia bisa mengeluarkan biaya pokok
dan biaya operasionalnya. Selisih antara income
dengan biaya-biaya diatas kita sebut suatu profit/ keuntungan.
Credit Union
Di Credit Union (Koperasi Kredit) yang berprinsip Trilogi salah satu
yaitu swadaya modal, maka modal dihimpun dari Tabungan para anggota, baik Tabungan
besar maupun Tabungan-tabungan kecil, dari seluruh anggota CU. Tabungan semua
anggota, saat Kopdit masih kecil (hanya berjumlah kecil, namun seiring dengan perkembangan
Kopdit, jumlah tabungan akan membesar, apalagi kalau jenis tabungan semakin bervariasi
dan menarik.
Senin, 25 Mei 2015
Sepuluh Keunikan Credit Union
Barangkali
tidak ada usaha yang fokusnya pada para pemilik usaha tersebut, kecuali usaha Credit Union. Hal ini disebabkan,
pemilik usaha adalah juga pengguna jasa seluruhnya.
1.
Uniknya di Credit
Union adalah pemilik usaha juga anggota semua Credit Union. Credit Union
sangat melindungi anggota dalam simpanannya dan ketidakmampuan mengembalikan
pinjaman kalau meninggal dunia sewaktu-waktu, dengan cara simpanan dan pinjaman
dilindungi dengan semacam asuransi yang disebut Dana Perlindungan Bersama (DAPERMA).
Hal ini guna menghindari agar anggota yang meninggal dunia tidak membebani
utang pada ahli waris.
Rabu, 20 Mei 2015
CU Berawal Dari Kepercayaan
Beberapa saat yang lalu kami menanyakan kepada
anggota, kenapa memilih CU di BJB. Seorang anggota CU, mengaku tertarik
bergabung dengan CU karena mengetahui manfaat yang akan diperolehnya. “Saya mendengar banyak keuntungan yang akan diperoleh
dengan menabung di CU ini. “Saya khawatir gaji saya akan habis begitu saja jika
tidak ditabung. Di CU di BJB, saya mempunyai kewajiban menabung setiap bulan,
dalam simpanan wajib.” menurutnya banyak keuntungan yang diperolehnya , tidak
hanya simpanan sahamnya bertambah, namun keuntungan anggota yang lain juga
dapat dinikmati, salah satunya adalah pinjaman. Anggota tidak begitu saja dapat
meminjam dana disini, karena punya kewajiban menabung dahulu setelah mendaftar.
”Saya menjadi terbiasa menabung, dan memperoleh
manfaat dari berbagai bentuk balas jasa yang diberikan CU,” kata anggota
tersebut yang sudah menjadi anggota sejak tahun 2009.
Baginya, menabung di lembaga keuangan lain, sama
sekali tidak memberikan keuntungan karena yang diberikan hanyalah keuntungan
kecil untuk setiap nasabah. Hal ini berbeda dengan yang diterapkan oleh credit
union.
Berbagai Manfaat
Credit Union
Roso Andarbeni
Rasa memiliki tidak timbul dengan sendirinya, perlu
dikondisikan, dipupuk dan diemong. Dalam konteks keluarga besar seperti CU,
rasa ini mutlak diperlukan dan wajib dilaksanakan. Tanggung jawab untuk
menumbuhkan Rasa memiliki adalah tanggungjawab SEMUA orang (anggota) namun
secara kelembagaan, pengurus, pengawas dan manajemen CU yang bertanggungjawab
untuk menanam, memupuk, menyirami dan ngemong. Dalam menjaga, dilakukan secara
bersama sama. Singkatnya, rasa ikut memiliki bisa tumbuh dan ditumbuhkan dalam konteks
kebersamaan, yang di dalamnya ada rasa saling percaya, saling asah-asuh dan
sifat hubungannya adalah kita. Aku dan kamu. Tidak ada “dia” di dalamnya. Just between us, atau kulo kalian
panjenengan.
Credit Union adalah kabar baik bagi semua orang
“Saya tidak butuh pinjaman, jadi untuk apa saya
bergabung di CU?”. Kalimat ini pernah terlontar dari salah satu bapak ketika
kami mengadakan sosialisasi.
Tidaklah benar apabila credit union disamakan dengan
koperasi simpan pinjam, atau dianggap hanya membagi-bagian uang dalam bentuk
pinjaman untuk mendapat keuntungan.
Mengapa? Karena CU adalah lembaga yang tidak
menomorsatukan keuntungan, tidak juga memberikan derma, tapi memberikan
pelayanan kepada anggota agar meraih kesejahteraan yang lebih tinggi (not
for profit, not for charity, but for service)
Credit Union adalah salah satu solusi pemberdayaan
ekonomi yang bisa melibatkan banyak kalangan masyarakat, lintas agama bahkan
lintas usia, agar mereka bertanggungjawab akan masa depannya masing-masing.
Yang pra sejahtera bisa naik menjadi lebih sejahtera; yang sudah sejahtera pun
bisa memiliki nilai sosial dari uang simpanannya untuk digunakan bagi mereka
yang membutuhkan. Bukan sekedar charity atau donasi, tetapi menjadi
modal untuk mengangkat taraf hidup mereka sendiri.
CU Makmur Bersama” BERBAGI KASIH tanpa kenal batas waktu dan sekat agama.
From: Hubertus Woeryanto
5 tahun sudah, CU Makmur Bersama, di wilayah St.
Robertus paroki St. Arnoldus, Bekasi. Inisiatornya bbrp umat katolik setempat,
langsung membaur dgn masyarakat. Jumlah anggota skrg 180 orang, mayoritas non
katolik. Simpanan anggota hampir setengah M dan akumulasi pelayanan pinjaman
1,2 M. Blm besar benar, tp bukan itu fokusnya. Yg penting, umat bisa dan sadar
menggarama di masyarakat, BERBAGI KASIH tanpa kenal batas waktu dan sekat agama.
Menantikan partisipasi aktif, khususnya dari St. Arnoldus teristimewa kawula
muda. Tuhan Yesus memberkati selalu.
Langganan:
Postingan (Atom)

















