Senin, 07 Desember 2015

Lingkaran Adven: Lambang dan Maknanya

Pada Masa Adven, banyak keluarga memasang Lingkaran Adven di rumah mereka. Selain hiasan-hiasannya yang tampak semarak serta membangkitkan semangat, ada banyak sekali lambang yang terkandung di dalamnya, yang belum diketahui banyak orang.

Pertama, karangan tersebut selalu berbentuk lingkaran. Karena lingkaran tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir, maka lingkaran melambangkan Tuhan yang abadi, tanpa awal dan akhir.

Lingkaran Adven selalu dibuat dari daun-daun evergreen. Dahan-dahan evergreen, sama seperti namanya “ever green” - senantiasa hijau, senantiasa hidup. Evergreen melambangkan Kristus, Yang mati namun hidup kembali untuk selamanya. Evergreen juga melambangkan keabadian jiwa kita. Kristus datang ke dunia untuk memberikan kehidupan yang tanpa akhir bagi kita. Tampak tersembul di antara daun-daun evergreen yang hijau adalah buah-buah beri merah. Buah-buah itu serupa tetesan-tetesan darah, lambang darah yang dicurahkan oleh Kristus demi umat manusia. Buah-buah itu mengingatkan kita bahwa Kristus datang ke dunia untuk wafat bagi kita dan dengan demikian menebus kita. Oleh karena Darah-Nya yang tercurah itu, kita beroleh hidup yang kekal.

Sepuluh Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Adven

1. "Persiapan untuk Natal” pertama yang terekam dalam sejarah ditemukan dalam Sinode Zaragoza (Spanyol) pada tahun 380 M. Sinode ini mendeklarasikan bahwa semua orang Kristen yang sudah dibaptis hendaknya hadir di Gereja dari tanggal 17 Desember sampai 25 Desember. Jika kita menghitung waktunya, maka persiapan ini hanyalah 9 hari sebelum Natal. Masa persiapan ini bukan merupakan sebuah masa Adven yang penuh seperti sekarang tetapi ini adalah permulaan dari sejarah Adven.

2. Bapa Gereja St. Sesarius dari Arles (502-542) dilaporkan sebagai orang pertama yang menyampaikan homili mengenai Adven.

3. Sinode Macon di daerah Gaul (Prancis) pada tahun 581 adalah saksi teguh pertama kita mengenai suatu masa yang kita sebut masa Adven. Sinode ini menyatakan bahwa norma liturgis untuk Masa Pertobatan dilakukan sejak tanggal 11 November hingga 24 Desember (sekitar 40 hari). Hubungan yang dibuat di sini antara Adven dan Masa Pertobatan (Lent/Prapaskah) menunjukkan hubungan mengapa warna pertobatan yaitu ungu menjadi warna yang umum dijumpai baik pada masa Adven ataupun Lent (Masa Pertobatan/Prapaskah).



Minggu Adven II

"Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak."

Mg Adven II : Yes 40:1-5.9-11; 2Ptr 3:8-14; Mrk 1:1-8

Mempersiapkan kedatangan atau kunjungan pejabat tinggi pada umumnya orang sungguh mempersiapkan diri sebaik mungkin, sehingga kunjungan atau kedatangan pejabat tinggi tersebut mengesan bagi siapapun. Hal yang sama juga terjadi dalam diri orang-orang yang mempersiapkan diri untuk suatu acara penting seperti perkawinan atau tahbisan imamat. Persiapan yang dilakukan antara lain: kebersihan lingkungan, dan bagi yang akan menikah atau ditahbiskan imam kiranya mempersiapkan diri dengan mawas diri sambil bertanya-tanya pada diri sendiri apakah dirinya layak atau mampu hidup berkeluarga sebagai suami-isteri atau menjadi imam, yang harus melayani umat Allah dengan rendah hati. Pada Minggu Adven II hari ini kepada kita dihadapkan tokoh Yohanes Pembaptis, yang sering juga disebut sebagai bentara Penyelamat Dunia, orang yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Penyelamat Dunia.  Ia juga dikenal sebagai nabi besar dan terkenal serta disanjung-sanjung, namun dengan rendah hati ia menanggapi sanjungan para pengikutnya dengan berkata "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak." Marilah kita yang mempersiapkan diri kedatangan Penyelamat Dunia, Pesta Natal, meneladan semangat Yohanes Pembaptis.