Senin, 04 Januari 2016






Siapakah Para Majus?



Injil Matius menyebut tentang para majus yang datang dari Timur untuk menyembah bayi Kristus yang baru dilahirkan (bdk. Mat 2:1-12). Tetapi, tepatnya siapakah para majus tersebut tetap merupakan suatu misteri.

Seringkali para majus disebut juga sebagai ahli perbintangan. Dalam bahasa Yunani, bahasa asli Injil, kata “magos” (magoi, jamak) mempunyai empat arti: (1) seorang dari golongan imam Persia kuno, di mana astrologi dan astronomi berperan penting pada masa Kitab Suci; (2) seorang yang memiliki pengetahuan dan kuasa gaib (= okultisme), dan mahir dalam menafsirkan mimpi, perbintangan, ramal, hal-hal klenik, dan perantara roh; (3) seorang ahli nujum; atau (4) seorang dukun, yang memeras orang dengan mempergunakan praktek-praktek di atas. Dari definisi yang mungkin di atas dan dari gambaran dalam Injil, para majus kemungkinan adalah para imam Persia ahli perbintangan yang dapat membaca bintang-bintang, teristimewa makna bintang yang mewartakan kelahiran Mesias. (Bahkan ahli sejarah kuno Herodotus (wafat abad ke-5 SM) menegaskan keahlian kaum imam Persia dalam perbintangan).            

Kami Telah Melihat Bintang-Nya .... Hari Anak Misioner Sedunia ke-172

Epifani & Misionaris Cilik

Gereja merayakan Pesta Penampakan Tuhan atau Epifani. Hari penampakan Tuhan ini merupakan perayaan iman yang dipersembahkan bagi umat manusia di seluruh dunia. Maka fokus dari perayaan ini adalah Kanak-Kanak Yesus yang datang membawa terang bagi seluruh dunia.

Mgr. Charles de Forbian-Janson, Pendiri Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner menanggapi misteri Kanak-Kanak Yesus  ini dengan memperjuangkan secara khusus nasib anak-anak yang tak bersuara atau yang selalu kalah dalam pergumulan hidup di tengah dunia yang makin keras ini. Dia mengajak kita memberi perhatian pada anak-anak bukan sebagai obyek tetapi mengajak mereka sebagai subyek yang oleh cara hidup yang sederhana dan biasa-biasa saja menjadi pewarta kabar sukacita.