Senin, 28 Desember 2015



Allah Tak Pernah Ingkar Janji, Sambut Kedatangan Yesus Dengan Sukacita

ZAKHARIA melambungkan pujian syukur dan memuliakan nama Allah karena Allah berkenan melawat umatNya, untuk membebaskan mereka dari kuasa kegelapan dosa. Terlebih lagi, karena Yohanes, putranya, dipilih untuk ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah untuk mempersiapkan kedatangan putra Allah.
Injil hari ini menyadarkan kita akan kasih Allah dan penyertaanNya yang tidak berkesudahan. Allah tak pernah ingkar janji, Yesus, Sang Terang Dunia, datang ke dunia menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Dialah Sang Imanuel yang akan menerangi langkah kita dan membimbing kita menuju jalan keselamatan.
Mari bersyukur dan berterimakasih atas kasih dan kebaikan Allah. Sambut kedatangan Yesus dengan sukacita.

Setia Melangkah Di JalanNya

HERODES yang haus akan kekuasaan merasa terancam oleh kelahiran Yesus sehingga ia memutuskan untuk membinasakan seluruh bayi yang berada di Betlehem. Hari ini Gereja menghormati kanak-kanak itu sebagai martir Kristus.
Di dalam dunia ini, kuasa kegelapan tidak pernah tinggal diam, selalu berusaha untuk mengalahkan kebenaran dengan segala cara. Namun jangan biarkan rasa gentar menguasai diri kita, tetap berpegang teguh kepada Sabda Tuhan, dan berjuang untuk meraih kekudusan dengan hidup tidak bercela di hadapanNya.
Selalu tanamkan di dalam hati bahwa tujuan utama hidup kita adalah untuk hidup bersatu denganNya kelak, mari bekerja sama denganNya agar kita mampu jalani hidup sesuai kehendakNya.

Penjagaan Ketat Pada Perayaan Natal

“Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut.” (Luk 1, 72-74)
PAGI ini saya sudah melihat beberapa orang di pos jaga keuskupan dengan berpakaian loreng warna hijau dan juga warna kuning hitam. Saya juga melihat beberapa anggota polisi yang berkeliling Gereja Katedral. Mereka adalah petugas keamanan yang berjaga untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Keadilan

“Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan, dan baiklah ditumbuhkannya keadilan! Akulah TUHAN yang menciptakan semuanya ini.” (Yes 45, 8)
BEBERAPA hari yang lalu saya membaca sebuah peristiwa yang terjadi di Surabaya. Ada seorang anak kecil berusia 7 tahun melaporkan orang tuanya ke polisi. Anak itu sering dipukuli dan disiksa oleh bapak dan ibunya, karena anak itu ingin pulang ke ibu kandungnya. Di bagian tubuh anak itu memang nampak memar, akibat pukulan.

Anugerah Keturunan

“Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, ‘Jangan takut hai Zakaria, sebab doamu telah dikabulkan; Elisabeth, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu, dan haruslah kamu menamai dia Yohanes.'” (Luk 1, 13)
SALAH satu dokter yang merawat Mgr sedang hamil. Setiap kali dokter itu visit, Mgr memegang perutnya dan berkata, “Anak ini saya berkati terus agar kelak jadi romo.” Selain itu, terhadap para perawat dan ibu-ibu yang berkunjung, Mgr juga bertanya, “Anakmu berapa?” Banyak perawat dan ibu-ibu menjawab bahwa mereka mempunyai satu atau dua anak. Mgr mengatakan agar mereka mempunyai empat anak: satu jadi imam, satu jadi suster dan dua berkeluarga.