Rabu, 20 Mei 2015

Kepedulian terhadap masa depan anak-anak

Cecilia Rosariningsih, Guru SMPK Widyatama, Batu
Baru sebentar bertemu dengan Bu Rosa, kami jadi tertular semangatnya. Anggota teladan TP Batu tahun buku 2009 kemarin memang benar-benar punya spirit yang luar biasa untuk mengajak anak didiknya mempersiapkan masa depan mereka. Bagaimana tidak ? Hampir setiap hari  ia mengunjungi kami di TP Batu sambil membawa setumpuk buku Sibuhar Siswa.

Konsep Credit Union Benar-Benar Berdasarkan Kepercayaan

cerita dari kawan di seberang ini ada sebuah sharing mengenai hidup bersama CU. Semoga bermanfaat. Pernah menikmati rengginang? Camilan ini adalah makanan yang terbuat dari beras ketan, dibentuk bulat tipis, dibumbui dengan garam dan terasi. Biasanya dijual dalam bentuk mentah, maupun yang sudah digoreng. Sore hari duduk menonton tv sambil ditemani rengginang dan secangkir kopi, wah nikmatnya… Rengginang ternyata lebih gurih apabila ditambah lorjuk, sejenis sejenis kerang yang biasa hidup di pantai,  apabila digoreng berwarna kecoklatan, dan rasanya gurih.

Senin, 18 Mei 2015

Hari Komunikasi Sedunia 2015: “Komunikasi dalam Keluarga: Tempat Istimewa Menemukan Keindahan Cinta”

Komunikasi dalam Keluarga: Tempat Istimewa Menemukan Keindahan Cinta
MENURUT siaran pers Vatikan, tema Hari Komunikasi Sedunia  2015 berkesinambungan dengan pesan Tema Hari Komunikasi Sedunia 2014, “Komunikasi: Budaya perjumpaan yang sejati“, serta berkaitan dengan tema Sinode tentang Keluarga, yang baru saja berlangsung  5-19 Oktober 2014.
Berbagai berita melaporkan tentang adanya kesulitan yang dihadapi keluarga-keluarga saat ini.  Sering kali, perubahan budaya tidak membantu kita menghargai bahwa betapa pentingnya keluarga.
“Hubungan antara para anggota keluarga dijiwai dan dibimbing oleh hukum ‘memberi secara sukarela’. Dengan menghormati dan memupuk martabat pribadi pada masing–masing anggota sebagai satu-satunya dasar nilai, sikap ‘memberi secara sukarela’ itu diwujudkan dalam sikap menerima setulus hati, perjumpaan dan dialog, sikap tersedia tanpa pamrih, pengabdian dengan kemurahan hati, dan sikap setiakawan yang mendalam” (Familiaris Consortio no. 43).
Hari Komunikasi Sedunia 2015 akan berlangsung pada 17 Mei dan akan merefleksikan tentang  orang-orang yang “mungkin terluka dan kecewa, namun cinta di antara seorang pria dan seorang wanita merupakan sesuatu yang baik,” membiarkan “anak-anak tahu bahwa mereka adalah karunia yang paling berharga,” dan membantu ”memulihkan mereka yang terluka dan kecewa …menemukan kembali keindahan cinta”.
“Bagaimana kita dapat menunjukkan bahwa keluarga adalah tempat istimewa dimana kita mengalami keindahan hidup, sukacita dan rahmat kasih,  saling menerima dan memberi, dan pertemuan dengan yang lain?”
Pernyataan itu menambahkan bahwa Gereja harus belajar kembali “bagaimana menunjukkan bahwa keluarga adalah karunia besar, sesuatu yang baik dan indah”.

Mengkomunikasikan Keluarga: Tempat Istimewa Perjumpaan Karunia Kasih

Untuk Hari Komunikasi Sedunia ke-49
Mengkomunikasikan Keluarga:
Tempat Istimewa Perjumpaan Karunia Kasih

KELUARGA adalah sebuah pokok refleksi mendalam Gereja dan sebuah proses yang melibatkan dua Sinode: Sinode luar biasa baru-baru ini dan Sinode biasa yang dijadwalkan pada Oktober mendatang. Maka, hemat saya, tepatlah bila tema untuk Hari Komunikasi Sedunia yang ke-49 semestinya menjadikan keluarga sebagai titik acuannya.
Bagaimanapun juga, dalam konteks keluarga itulah kita pertama-tama belajar bagaimana berkomunikasi. Memusatkan perhatian pada konteks ini dapat membantu menjadikan komunikasi kita lebih autentik dan manusiawi, seraya pada saat yang sama membantu kita melihat keluarga dalam perspektif baru.
Kita dapat menimba ilham dari perikop Injil yang mengisahkan kunjungan Maria kepada Elisabet (Luk 1:39-56). ”Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ‘Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu’” (ay. 41-42).

Facebook Ubah Gaya Tatap Muka Manusia Zaman Sekarang yang Tak Lagi Face to Face

DUNIA kita sedang berada dalam perubahan dahsyat. Salah satu penyebabnya adalah kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi. Sekarang ini, orang berbicara tentang “global village”, suatu desa atau kampong global, biarpun kenyataannya memang berbeda ! Di desa atau kampong, biasanya orang saling kenal dan saling menyapa dari muka ke muka, tetapi dalam “global village” nyatanya orang semakin terasing di tengah kemajuan teknologi dengan segala gadgetnya.
“Kenyataan ini juga menjadi pengalaman harian dalam keluarga-keluarga. Dunia digital menghadirkan perubahan atau hubungan komunikasi secara baru di dalam keluarga. Peralatan komunikasi yang merasuki keluarga-keluarga membangun perilaku khusus, yang belum pernah hadir selama ini,”ujar Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia dalam Misa Penutupan Pekan Komunikasi Sosial Nasional – Konferensi Waligereja Indonesia (PKSN-KWI) di Gereja Katedral Sorong, Papua, Minggu (17/5/2015).
Hubungan kekeluargaan zaman ini, menurut Monsinyur Turang sudah mulai berubah. Orangtua dan anak-anak semakin ditangkap basah oleh alat-alat komunikasi. Face to face semakin berubah menjadi “facebook” atau perangkat digital dengan pelbagai nama.

BERITA GEREJA 16 & 17 MEI 2015 Hari Minggu Paskah VII

I. Pesta Santo–Santa Minggu ini:

II. Misa Harian dalam pekan ini seperti biasa 06:00 AM
Hari Senin, 17:30PM Misa dan Devosi Keluarga Kudus

Petugas Misa Minggu yang akan datang:

Hari Sabtu 23 Mei 17:30 PM
Koor: Bapak dan Ibu Guru serta Karyawan Sanjaya
Organis : Sdr Rudi
Lektor: Bapak dan Ibu Gregorius Koten
Pemazmur: Albertus Yudi Hartanto
Kolekter & Persembahan: b apak dan Ibu Guru serta Karyawan Sanjaya
Putra-Putri Altar: Fransico Bebi N., Marcelino Chandra S., Marcella Liauw A., Pauline Dwi H.

Hari Minggu, 24 Mei 08:00 AM
Koor: Komunitas AVE
Organis : Bpk. Riwi
Lektor: Bpk & Ibu Alexander Sitepu
Pemazmur: Sdri. Yulita Juliani
Kolekter & Persembahan: Komunitas AVE
Putra-Putri Altar: Paulus Damar, Jefry Yance, Alodia Diasmara P., Anastasya Cyntia D.

III. Sakramen Perkawinan
Akan saling menerimakan Sakramen Pernikahan Menurut Tata Cara Gereja Katolik
1.      Pasangan Sandra Mariu Adipa Putra Bapak Romanus Subandi (Alm) dan ibu Sylvia Sriniati dari Paroki  Bunda Maria Banjarbaru dengan Monika Tria Ami Reska Putri Bapak Tandju dan Ibu Tiwiati dari Paroki Santo Paulus Buntok Pengumuman Pertama.
Barang siapa mengetahui adanya halangan atas perkawinan ini mohon memberitahukan kepada Pastor Paroki.

IV. Pengumuman Tambahan
1.      Kunjungan ke Stasi Bersama dengan Pastor bulan Mei 2015
1)      Minggu ke Tiga, tanggal 17 Mei 2015 ke Stasi Danau Salak WKRI Banjarbaru, berangkat jam 12:00PM dari Paroki.
2)      Minggu ke Empat, tanggal 24 Mei 2015 ke Stasi Loksado KOMKA Berangkat dari Paroki jam: 07:00AM.
2.      Hari Minggu 17 Mei 2015 jam 16:00PM diadakan latihan Misdinar, adik-adik anggota Misdinar diharap hadir dalam latihan ini.

3.      Pertemuan rutin WKRI Banjarbaru akan diadakan pada hari Selasa 19 Mei 2015, jam 16:00PM di Aula Bunda Maria Banjarbaru, dimohon kehadiran segenap anggota WKRI Banjarbaru. 

Pesan Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sedunia ke-49

Mengkomunikasikan Keluarga: Tempat Istimewa Perjumpaan Karunia Kasih

KELUARGA adalah sebuah pokok refleksi mendalam Gereja dan sebuah proses yang melibatkan dua Sinode: Sinode luar biasa baru-baru ini dan Sinode biasa yang dijadwalkan pada Oktober mendatang. Maka, hemat saya, tepatlah bila tema untuk Hari Komunikasi Sedunia yang ke-49 semestinya menjadikan keluarga sebagai titik acuannya.
    
Bagaimanapun juga, dalam konteks keluarga itulah kita pertama-tama belajar bagaimana berkomunikasi. Memusatkan perhatian pada konteks ini dapat membantu menjadikan komunikasi kita lebih autentik dan manusiawi, seraya pada saat yang sama membantu kita melihat keluarga dalam perspektif baru.