Senin, 15 Februari 2016

Menggapai Kekudusan Melalui Perbuatan Baik pada Sesama

Senin, 15 Februari 2016
Pekan Prapaskah I
Im 19:1-2.11-18; Mzm 19:8.9.10.15; Mat 25:31-46
Yesus bersabda, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
DALAM Injil hari ini Yesus Kristus menganugerahkan hidup abadi kepada mereka yang berbuat baik kepada sesama, yang oleh Yesus disamakan dengan Diri-Nya sendiri. Maka Yesus bersabda, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Kuyang paling hina ini., kami telah melakukannya untuk Aku.”

Sebaliknya. Yesus mencampakkan ke hukuman abadi mereka yang tidak berbuat baik kepada saudaranya yang paling hina, yang disamakan dengan Diri-Nya sendiri. Dengan jelas Yesus bersabda, “Sesungguhnya, segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, itu juga tidak kamu lakukan untuk Aku.”
Apa yang dapat kita petik sebagai pelajaran dari sabda ini? Pertama, kekudusan secara mendasar merupakan upaya berbuat baik bagi sesama. Itulah sebabnya, Gereja Katolik mengajarkan bahwa tindakan karitatif merupakan jiwa dari kekudusan yang merupakan panggilan kita semua (Bdk. Katekismus Gereja Katolik, 826). Kedua, saat kita berbuat baik kepada sesama, kita juga menyatakan kerahiman Allah dalam kehidupan kita. Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa kita tidak bisa mengabaikan sabda Yesus ini. Itulah tolok ukur untuk penghakiman kita, apakah kita memberi makan yang lapar, minum yang haus, menyambut orang asing, memberi pakaian yang telanjang, mengunjungi yang sakit dan dipenjara (Bdk. Misericordiae Vultus 15).
Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus, kita mohon kepada-Nya agar kita diteguhkan untuk berbuat baik kepada sesama dengan tindakan karitatif kerahiman. Di sana kita juga melakukan karya rohani kerahiman dengan mendoakan sesama kita.
Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami untuk menggapai kekudusan dengan berbuat baik kepada sesama yang membutuhkan karya kasih kami. Bukalah mata kami kepada semua hal yang baik yang dapat kami lakukan kepada sesama dan menunjukkan kasih dan kerahiman-Mu kepada dunia ini kini dan selamanya. Amin.

Tidak ada komentar: