Senin, 08 Juni 2015

S. Barnabas 11 Juni

Meskipun bukan salah seorang dari kedua belas rasul Kristus, Barnabas disebut juga sebagai rasul oleh St. Lukas dalam kitab Kisah para Rasul. Hal ini dikarenakan, sama seperti rasul Paulus, Barnabas menerima suatu tugas perutusan khusus dari Tuhan. Barnabas adalah seorang Yahudi kelahiran pulau Siprus. Namanya adalah Yusuf, tetapi para rasul memberinya nama Barnabas, yang artinya “anak penghiburan”.

Segera sesudah menjadi seorang Kristen, St. Barnabas menjual segala harta miliknya dan memberikan uangnya kepada para rasul. Ia seorang yang lembut serta baik hati. Ia penuh semangat dalam membagikan iman dan cintanya kepada Yesus. Barnabas diutus ke kota Antiokhia untuk mewartakan Injil. Antiokhia adalah kota terbesar ketiga dalam Kerajaan Romawi. Di Antiokhia-lah para pengikut Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen. Barnabas menyadari bahwa ia membutuhkan bantuan. Ia berpikir tentang Paulus dari Tarsus. Ia yakin bahwa pertobatan Paulus tulus adanya. Barnabas-lah yang meyakinkan St. Petrus dan komunitas Kristen. Ia meminta Paulus bergabung dan berkarya bersamanya. Barnabas seorang yang rendah hati, ia tidak khawatir berbagi tugas dan tanggung jawab dengan orang lain. Ia tahu bahwa Paulus juga memperoleh karunia luar biasa untuk dibagikan dan ia ingin agar Paulus memperoleh kesempatan untuk itu.

Beberapa waktu kemudian, Roh Kudus memilih Paulus dan Barnabas untuk suatu tugas khusus. Tak lama sesudahnya, kedua rasul itu pun pergi melaksanakan suatu tugas perutusan yang berani. Mereka menanggung banyak penderitaan dan bahkan harus mempertaruhkan nyawa mereka. Meskipun demikian, pewartaan mereka berhasil memenangkan banyak jiwa bagi Yesus dan Gereja-Nya.

Kelak, St. Barnabas pergi dalam suatu tugas perutusan lain, kali ini bersama Yohanes Markus, sepupunya. Mereka pergi ke Siprus, daerah asal Barnabas. Begitu banyak orang menjadi percaya melalui pewartaannya, hingga Barnabas dijuluki Rasul dari Siprus. Menurut tradisi, orang kudus yang hebat ini dirajam sampai mati pada tahun 61.

Dalam doa hari ini, kita mohon rahmat untuk “menyalakan dalam diri kita api cinta yang telah mengobarkan St. Barnabas dalam membawa terang Injil kepada bangsa-bangsa.”

KOPDIT perlu Teknologi Informasi

Menunjang Koperasi Kredit pada era Reformasi (1998–2011 dan seterusnya) perlu melakukan pelayanan dengan cara-cara modern yaitu memakai IT (Informasi Teknologi). CU (Kopdit) perlu menggunakan Komputer, Lap Top, IPad, LCD, Website dan Email dalam melayani anggota-anggotanya. Anggota semua membutuhkan sarana IT, guna menunjang:
1. Kecepatan dan ketepatan pelayanan agar angka-angka valid
2. Mengurangi human error sekecil mungkin
3. Menjaga image Kopdit yang tak kalah dengan lembaga keuangan yang lain
4. Anggota sadar, bahwa dengan input data hanya sekali maka beberapa transaksi bisa diselesaikan dengan betul, cepat, tepat dan akurat
5. Dengan memakai IT, maka anggota bisa melihat secara nyata, bahwa pelayanan Kopdit dilakukan serius dan berkualitas tinggi.
Kalau Kopdit tak mau memakai IT, maka lambat atau cepat akan ditinggalkan para anggotanya. Kelak, sejarah akan membuktikan.

Sayur tanpa Garam

“Pendidikan koperasi, penting bagi anggota dan lebih-lebih bagi pengurusnya” (Bung Hatta,

bapak koperasi (RI)
Roh dari koperasi bukan uang, bukan besarnya koperasi, tetapi para anggota harus berpendidikan koperasi yang cukup. Mereka akan berpotensi untuk maju, mandiri dan tegak kuat.
Lincah
Koperasi Kredit, biasanya identik dengan Credit Union dan sudah tersebar diseluruh Indonesia. Koperasi Kredit (disingkat Kopdit) memang enggan disebut koperasi biasa, sebab memang lain cara kerja dan Visi Misinya. Sama-sama bergerak dibidang koperasi, tetapi perbedaannya seperti
bumi dan langit. Koperasi Kredit, bergerak lebih lincah dari pada koperasi lain. Ia menerobos dari daerah satu ke daerah lain dengan lincah tanpa kenal lelah. Ia berperahu 8 jam, kehulu sungai di Kalimantan untuk memotivasi sekelompok suku untuk masuk menjadi anggota CU. Tiga fasilitator CU.

Sabtu, 06 Juni 2015

BERBAGAI ISTILAH UNTUK EKARISTI


Dalam sejarah Ekaristi muncul banyak istilah. Kenyataan ini menunjukkan banyaknya pemahaman dan pengartian Gereja atas misteri Ekaristi. Selain itu, Ekaristi merupakan misteri iman yang tidak pernah habis digali.



Struktur Dasar Liturgi Ekaristi




1. Ritus Pembuka

Ritus pembuka bertujuan untuk mempersatukan umat yang berkumpul dan mempersiapkan mereka agar mereka dapat mendengarkan Sabda Allah dan merayakan Ekaristi dengan layak. Ritus pembuka ini dapat dihilangkan atau dilaksanakan secara khusus apabila Misa didahului perayaan lain, namun asalkan sesuai dengan kaidah buku-buku liturgy (PUMR 46). Salah satu contoh ialah Misa hari Rabu Abu.

2. Liturgi Sabda

TATA GERAK SELAMA EKARISTI


Selama mengikuti Ekaristi ada beberapa gerakan yang harus kita perhatikan. Kadang kita sering bingung kapan kita harus berdiri, kapan kita harus menundukkan kepala, atau berapa kali kita membuat Tanda Salib, atau malah kita sering bertanya untuk apa gerakan itu kita lakukan. Berikut saya coba bagikan tata gerak dan sedikit maknanya.

Senin, 01 Juni 2015

Renungan Harian: Senin, 1 Juni 2015

Bacaan I: Tob. 1:1a.2a.3; 2:1b-8, Injil Mrk. 12:1-12
MRK 12:1 Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
Mrk 12:2 Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.